Bank Sukoharjo Mendapat 4 Penghargaan Sebagai TOP BPR

NEWS

Sukoharjo-Inspirasiline.com. Kinerja PT BPR Bank Sukoharjo dilaporkan tumbuh positif selama empat tahun terakhir tepatnya periode 2017-2021.

Sementara aset Bank Sukoharjo melesat selama empat tahun periode 2017-2021. Nilai aset pada Desember 2017 senilai Rp 87.925.186.467. Empat tahun berselang, nilai aset Bank Sukoharjo meningkat hingga Rp130.964.912.662 pada Desember 2021.

Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT BPR Bank Sukoharjo terus tumbuh sebagai lembaga keuangan daerah yang berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Sukoharjo maupun pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemenang foto bersama Wabup dan Dirut PT Bank Sukoharjo

Selama periode kinerja 2021/2022 PT BPR Bank Sukoharjo juga telah mendapatkan empat penghargaan. Di antaranya sebagai Top BPR milik Pemda no. 11 untuk aset Rp 100 miliar – Rp 200 miliar. Selain itu pihaknya juga mendapat penghargaan sebagai Top 100 BPR no.12 dengan penghargaan bintang lima atas kinerja selama tiga tahun terakhir.

Selain itu dua penghargaan lain antara lain Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan Awards kategori pendidikan dan disabilitas. Selain itu pihaknya juga mendapat penghargaan sebagai Top BPR no.28 untuk aset Rp 100 miliar – Rp 200 miliar. Hal tersebut seperti disampaikan Direktur Utama PT BPR Bank Sukoharjo, Maryanto, saat ditemui dalam kegiatan Penarikan Undian Tabungan Simanis PT BPR Bank Sukoharjo (Perseroda) Periode ke 19 pada Selasa (27/9/2022) di Pendapa Graha Satya Praja, Sukoharjo. “Saat ini nilai aset kami di 2022 sejumlah Rp134.834.635.460. Tren kinerja positif ini harus bisa dipertahankan. Kalau bisa terus ditingkatkan demi melayani nasabah. Kami harus meningkatkan pelayanan nasabah,” katanya.

Maryanto juga mengatakan PT BPR Bank Sukoharjo mendapat penyertaan modal dari Pemda sebesar Rp 1,5 miliar. Dia menggunakan suntikan dana itu untuk meningkatkan plafon UMKM dengan bunga 0,75%. Lebih lanjut, menurutnya PT BPR Bank Sukoharjo kebetulan bank milik pemerintah daerah sehingga kepercayaan masyarakat cukup tinggi.

“Masyarakat beranggapan tidak mungkin bank pemerintah bangkrut. Kami harap nasabah yang menabung di Sukoharjo lebih berkembang baik saldo maupun nasabahnya,” terang Maryanto.

Dalam kegiatan undian itu Wakil Bupati Sukoharjo, Agus Santosa mewakili Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengatakan salah satu sektor yang mampu berkembang pesat dan dapat menunjang perekonomian nasional sekaligus berperan besar di dalam pembangunan nasional adalah sektor perbankan. Bank memiliki peran yang sangat penting dan strategis di dalam menopang pembangunan ekonomi nasional. Sebagai lembaga jasa keuangan, salah satu peran nyata bank yaitu dalam menyalurkan dana kepada masyarakat yang membutuhkan modal usaha melalui UMKM.

“Keberadaan BUMD diharapkan dapat memberikan multiplier effect yang sangat besar dalam menggerakkan sektor-sektor ekonomi produktif, serta menjadi stimulan bagi pertumbuhan ekonomi di daerah,” ujar Agus.

Wabup berharap PT BPR Bank Sukoharjo (Perseroda) agar lebih kreatif dan inovatif dalam membuat program untuk membantu pemulihan perekonomian masyarakat, khususnya dalam menggerakkan kembali sektor UMKM di Kabupaten Sukoharjo. (Prie)

 

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *