Rembang-Inspirasiline.com. Hingga saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang, masih menunggu arahan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pasca adanya temuan obat penurun panas (paracetamol) sirup yang di duga menjadi pemicu gagal ginjal, di Gambia, Afrika Barat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii, mengatakan pihaknya masih menunggu surat edaran dari BPOM, terkait langkah yang harus dilakukan.
“Begitu surat edaran kami terima, akan kami tindak lanjuti dengan menyurati fasilitas kesehatan yang ada di Rembang,” terangnya.
Namun untuk antisipasi, masyarakat dihimbau untuk tidak mengonsumsi paracetamol sirup terlebih dahulu, sampai ada informasi lebih lanjut.
“Informasi awal yang kami terima, paracetamol sirup dihimbau untuk tidak dikonsumsi dulu. Kepastiannya seperti apa masih menunggu surat resminya,” tandas Ali.
Sementara itu, sejumlah asisten apoteker mengaku sudah mendengar berita tersebut. Namun pihaknya belum mendapat instruksi apa-apa dari pimpinan.
“Ya kalau berita sekilas tau mas. Tapi belum ada instruksi apa-apa,” tuturnya.
Diakui, paracetamol sirup termasuk obat yang paling sering dicari pembeli. Apalagi di musim hujan seperti sekarang ini, jumlah penjualannya bisa meningkat.
“Termasuk laris mas paracetamol sirup. Kalau di sini ada sekitar 10 jenis yang kami jual,” tutur seorang asisten apoteker di Jl Pemuda Rembang yang enggan di sebut jati dirinya..
Seperti diketahui, belakangan media internasional memberitakan adanya kasus gagal ginjal akut pada anak-anak yang terjadi di Gambia, Afrika Barat. Hal tersebut terjadi, diduga karena mereka mengonsumsi beberapa jenis obat paracetamol sirup. (Yon Daryono).
