Grobogan-Inspirasiline.com. Gedung sekolah SDN2 Jono Kec. Tawangharjo Kab. Grobogan Jawa Tengah yang beberapa waktu lalu ambruk gara-gara hujan deras disertai angin kencang yang melanda sebagian wilayah Grobogan, kini sudah bisa “tersenyum kembali”, karena sekolah tersebut mendapatkan rehabilitasi total dari Pemkab Grobogan ( Anggaran 2022) sebesar Rp.813 juta.
Hal itu disampaikan Kepala SDN2 Jono Siti Nurhayati, SPd., MPd kepada media Inspirasiline.com diruang kerjanya, Senin (24/10/22).

Siti mengatakan, sebenarnya gedung sekolah yang ambruk terkena angin ribut tersebut pada awalnya tahun 2020 sudah pernah diusulkan untuk mendapatkan rehab total karena kondisinya yang sudah rusak parah, namun hingga 2 tahun kemudian hasilnya nihil. “Kami sudah usulkan untuk rehab total, namun baru di setujui tahun 2022 ini, tepatnya bulan April lalu” ungkap Siti.
Gedung sekolah yang ambruk tersebut, kata Siti, sebenarnya merupakan gedung lama sekali yang sudah tak dipakai untuk proses belajar siswa, yakni sejak tahun 2013 saat SDN3 Jono dimerger kedalam SDN2 Jono. Saat itu murid SDN3 Jono hanya 7 orang, sehingga dimerger ke SDN2 Jono, tambahnya. Gedung tersebut memang sebelumnya pernah mendapatkan rehab di tahun 2013 hingga sekarang dengan kondisi rusak parah.

Diceritakan, sebelum ambruk pada hari Minggu 9 Oktober 2022 yang lalu, gedung itu sudah mendapatkan persetujuan untuk dibangun dan beberapa kali sudah pernah disurvey rekanan, namun persetujuannya menunggu keputusan perhitungan asset gedung bila dilelang melalui BPPKAD Grobogan ” Kan itu termasuk aset Daerah, jadi yha menunggu perhitungan berapa besar beaya kalau dilelangkan” kata Siti. Namun, kondisi lapangan berkata lain. Gedung yang sebenarnya akan dilelangkan sebagai suatu prasyarat dalam rehab gedung, sudah keburu ambruk oleh ganasnya angin ribut yang melanda wilayah itu.
SDN2 Jono tersebut yang merupakan hasil merger dengan SDN3 Jono yang kebetulan berada dalam satu komplek, memiliki 5 unit gedung yang terdiri dari beberapa kelas. Sehingga saat terjadinya peristiwa ambruknya salah satu gedung SDN2 Jono pada hari Minggu, pada pagi harinya para siswa masih bisa belajar di gedung yang lainnya. Sehingga para siswa tidak sampai belajar dengan menumpang di rumah penduduk “Begitu hari Minggu ambruk, besuk pagi harinya anak anak saya liburkan, dan hari berikutnya para siswa sudah bisa masuk kelas kembali. Jadi tidak pernah ada siswa kami yang belajar di rumah penduduk seperti di beritakan di media ” kenangnya.
Dengan rencana dibangunnya kembali gedung sekolah yang ambruk milik SDN2 Jono ini, Siti Nurhayati berharap bila telah selesai dibangun pihaknya akan menggunakannya kembali untuk proses belajar mengajar.
Saat ini SDN2 Jono Kec. Tawangharjo memiliki 6 kelas dengan jumlah murid 204 anak didik, 10 orang guru yang sudah PNS semua. (Jokowi)

Hi there very cool blog!! Man .. Excellent .. Wonderful .. I’ll bookmark your web site and take the feeds additionally…I am satisfied to search out so many useful info here within the publish, we need develop extra techniques on this regard, thank you for sharing.