Kendal-Inspirasiline.com. Warga desa Tanjungsari Kecamatan Rowosari geruduk kantor balaidesa, lantaran tidak ada tranparansi tim penjaringan calon perangkat desa, Senin (24/10).
Koordinator warga Tanjungsari Syaiful Amar mengatakan, dirinya meminta kepada tim penjaringan perangkat desa agar lebih tranparan.
“Ada kekosongan perangkat di desa Tanjungsari, namun informasi itu tidak disosialisasikan di tingkat RT bahkan masyarakat tidak mengetahui adanya lowongan perangkat tersebut. Sementara tempelan informasi lowongan itu pagi ditempel siang sudah hilang,”kata Syaiful amar.
Lanjutnya, dikarenakan jalur audensi tidak ada solusi terbaik maka warga desa Tanjungsari bakal menempuh ke jalur hukum.
“Kami tidak menuntut yang aneh-aneh kepada tim penjaringan calon perangkat desa, kami hanya butuh tranparansi dari panitia dan meminta agar waktu pendaftaran bisa ditambah agar muda mudi desa Tanjungsari bisa ikut mendaftar,”tandas Syaiful.
Sementara ketua Panitia penjaringan calon Perangkat desa Sugiyo menjelaskan, bahwa tim penjaringan sudah melakukan sesuai tahapan-tahapan.
“Kami sudah menjalankan sesuai aturan dan tahapan dalam penjaringan calon perangkat desa,”ungkapnya.
Sugiyo menegaskan saat ini pendaftar sebagai calon perangkat desa di desa Tanjungsari sudah ada tujuh pendaftar dan nantinya akan dilakukan tes dengan pihak ketiga.
“Pengumuman informasi sudah dilakukan selama tujuh hari dan tes perangkat desa yang menggandeng pihak ke tiga yaitu LPMP akan dilaksanakan pada 9 November 2022,”tandas Sugiyo.
Kepala desa Tanjungsari Sugiyanto menyatakan bahwa pihak desa sudah menunjuk panitia penyelenggara pengisian kekosongan perangkat desa.
“Semua sudah sesuai tahapan dan aturan yang ada dan sudah dilakukan sosialisasi ke masyarakat, karena sudah ada yang mendaftar maka tahapan ini tetap sesuai jadwal yang sudah diatur panitia,”tuturnya. (alifira)
