Sragen-Inspirasiline.com. Angka partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2022, 19 Desa di 15 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sragen yang digelar Selasa (25/10/2022 mencapai 80,55%.
Angka Partisipasi pemilih tertinggi di Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Sragen : 89,81% dan terendah Desa Keden Kalijambe: 63,65%.
Angka Partisipasi pemilih itu diketahui berdasarkan pengolahan data yang dihimpun Tim Desk Pilkades Kabupaten Sragen.

Kabid Penataan dan Pembinaan Administrasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sragen, Supriyadi, mengatakan, tingginya angka Partisipasi Pemilih di Pilang dipengaruhi Calon Kepala Desa (Cakades) yang bersaing.
Angka Partisipasi Pemilih di Desa Sidokerto, Kecamatan Plupuh, tertinggi kedua: 89,49%. Fenomenanya sama, petarungan head to head antara Pendatang baru dan Petahana.
Begitu juga di Desa Karangpelem, Kecamatan Kedawung, Partisipasi Pemilihnya 86,10% karena hanya ada dua Cakades. Partisipasi di Desa Plumbon, Kecamatan Sambungmacan: 84,25%.
Angka Partisipasi terendah justru di Keden, Kecamatan Kalijambe karena kandidat Kepala Desa (Kades)-nya Pasangan Suami-Istri. Begitu juga Pilkades Dawung, Kecamatan Jenar Cakades-nya juga Suami- Istri. Di sana tingkat Partisipasi-nya 76,95%. Tingkat partisipasi di Dawung ini sama persis dengan Desa Plosorejo dan Gondang.
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat ditemui Inspirasiline.com Kimis (27/10/2022) siang, mengungkapkan ada lima petahana yang kalah. Akan tetapi, ada 10 petahana lain yang masih bertahan. Yuni, sapaannya akrab Bupati Sragen itu mengatakan, ada kejutan juga pasangan Suami- Istri yang selisih suaranya tidak kalah jauh. Yuni mengatakan, perolehan suara itu menunjukkan adanya saingan yang berat.
“Saya lihat ada pendatang baru yang sebelumnya belum pernah terjun di dunia Pemerintahan. Mereka datang dari Wiraswasta. Pesan saya, mereka segera bisa menyesuaikan diri. Dunia kerja Wiraswasta dan Pemerintahan itu berbeda,” Ungkapnya.
Saatnya Redam Suasana Panas
Untuk meredam suasana panas, Yuni meminta Camat berkunjung ke semua tokoh yang berperan di Pilkades, terutama Tim Sukses.
Hasil evaluasi pelaksanaan Pilkades kemarin, Yuni menyoroti adanya antrean panjang serta petugas yang kurang cekatan.
“Saya lihat di Plumbon, ada 2.000-an pemilih tetapi hanya ada satu pintu masuk. Yang praktis itu justru di Jirapan, pada pukul 11.00 WIB sudah dapat 1.500 Pemilih dari total Pemilih 1.800 orang,” Ungkapnya.
Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama, mengatakan, proses pencoblosan sampai selesai penghitungan suara kondusif dan aman. Kapolres AKBP Piter Yanottama mengatakan, tempat-tempat yang dipetakan rawan ternyata aman dan kondusif.
“Yang kami khawatirkan adanya euforia, ternyata tak terjadi. Memang ada euforia tetapi tidak terlalu berlebihan. Komunikasi, Pembinaan, Penyuluhan, sampai Deklarasi Damai yang diupayakan ternyata mampu dilaksanakan. Semua Cakades. Ketika menang hanya bergembira sesaat dan kembali,” Ungkapnya.
Kapolres AKBP Piter Yanottama meminta Kapolsek mendatangi Tokoh Masyarakat (Tomas) dan Tokoh Agama (Toga) untuk meredam suasana yang sempat menghangat akibat adanya persaingan. Kapolres AKBP Piter Yanottama berharap yang menang bisa merangkul yang kalah. (Sugimin/17)
