Disdikbud Jawa Tengah Gagas SIPANGKUR MERAK untuk Peningkatan Karier Guru

INOVASI

Semarang-Inspirasiline.com. Sipangkur Merak merupakan aplikasi yang membantu proses Penilaian Angka Kredit guru yang mudah, cepat, murah dan akuntabel dalam rangka meningkatkan Karier Guru di Jawa Tengah.

Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Nasikin, SSTP., MKom ditemui di kantornya pada 18/11-22 berpendapat pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Melalui pendidikan, upaya peningkatan kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan. Begitu pentingnya pendidikan dalam perkembangan dan kelangsungan hidup bangsa, sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia menuangkannya dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea IV“… memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka …” Selain memberi kontribusi secara signifikan terhadap pembangunan ekonomi, pendidikan juga menghasilkan  sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki pengetahuan dan keterampilan dan menguasai teknologi, serta dapat menumbuhkan iklim bisnis yang sehat dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.

Menurut Nasikin kegagalan dalam membangun pendidikan akan memicu berbagai problem krusial seperti pengangguran, kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, dan welfare dependency (ketergantungan kesejahteraan) yang menjadi beban social politik bagi pemerintah. Permasalahan pendidikan yang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia sampai saat ini antara lain kurangnya pemerataan pendidikan, kurangnya kualitas pendidikan, kurangnya relevansi pendidikan, dan kurangnya efisiensi dan efektivitas manajemen pendidikan.

Guru Pekerja Profesional

Alumnus STPDN dan UDINUS ini  mengatakan untuk mengatasi berbagai kekurangan dalam dunia pendidikan, pemerintah mengupayakan berbagai hal agar kualitas pendidikan di Indonesia bisa berkembang dan berkualitas. Kemajuan pendidikan salah satunya tidak lepas dari peran guru yang memiliki karakteristik pekerja profesional. Sebagai suatu pekerjaan profesional tentu kemampuan harus secara terus menerus ditingkatkan. Peningkatan mutu guru tidak lepas dari kemauan dan usaha guru itu sendiri. Hal ini penting karena guru merupakan salah satu bentuk soft profession (kemampuan interpersonal bagaimana berinteraksi dengan orang lain) bukan hard profession ( seperti insinyur maupun profesi yang lain).

baca juga:  Kota Tegal “Kepincut” Meteran Air Pintar PDAM Tangerang

Nasikin menambahkan  Guru profesional adalah guru yang memiliki empat kompetensi yang diatur dalam Undang-Undang Guru dan Dosen nomor 14 tahun 2005. Mekanisme untuk meningkatkan profesionalitas guru salah satunya dengan Penilaian Angka Kredit (PAK). Sebelum PAK dinilaikan guru wajib membuat Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit  (DUPAK)  tahunan berdasarkan hasil prestasi kerja yang diajukan didalam Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan capaiannya sebagaimana tersurat di Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 16 tahun 2009 pasal 15. Apabila guru yang bersangkutan tidak membuat DUPAK tahunan maka nilai Penilaian Kinerja Guru (PKG) yang dapat diperhitungkan hanya prestasi yang diperoleh selama  3 (tiga) tahun terakhir sesuai Permendiknas  nomor tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Guru.

Guru Harus Mengasah Kompetensi

Menurut Nasikin, peningkatan kompetensi Guru harus diasah oleh guru itu sendiri sepanjang waktu dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan Diklat Fungsional, kegiatan kolektif Guru, ataupun kegiatan pengembangan diri lainnya untuk meningkatkan karir dan dinilaikan dalam PAK/naik pangkat. Perkembangan teknologi, model/cara-cara baru dalam mengajar, pengembangan keprofesian berkelanjutan, penguasaan bidang teknologi, praktik terbaik dalam mengajar, berinovasi dan kebijakan pendidikan yang semakin menuntut guru untuk kreatif dan inovatif adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh seorang guru.

Pria asal Kendal ini menambahkan pengajuan berkas DUPAK yang masih konvensional atau manual perlu dilakukan perubahan agar sekretariat PAK dapat mengelola berkas DUPAK ajuan guru dengan baik dan penilaian berkas yang dilakukan tim penilai PAK dapat dilakukan secara akuntabel. Pada proses penilaian yang dilakukan saat ini pengumpulan, pencatatan, penghitungan dan penyusunan dokumen pengajuan masih menggunakan cara manual. Pengumpulan berkas oleh guru yang selamanya ini dilakukan dengan cara datang secara langsung dengan membawa berkas dalam sebuah map sehingga berdampak  pada penumpukan berkas-berkas PAK yang semakin banyak.

baca juga:  20 Ketua Ranting PSHT Se-Cabang Sragen Pusat Madiun Masa Bhakti 2023 – 2026 Di Lantik Di Gedung Kartini Sragen

Untuk itu Nasikin menilai penting adanya adanya sistem dan perangkat yang mendukung yaitu transformasi digital dengan sistem informasi penilaian angka kredit yang mudah, cepat, murah, dan akuntabel.  Sehingga guru dapat memantau berkas DUPAK yang diajukan, melihat berkas yang belum/sudah dinilai dan hasil penilaiannya tanpa harus datang ke tim sekretariat. Hal ini dapat membantu guru agar lebih nyaman, tidak khawatir berkas hilang, lebih hemat/murah dan dapat dipertanggungjawabkan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah menggagas perubahan transformasi dari konvensional menjadi digitalisasi dengan membuat aplikasi yang disebut “SIPANGKUR MERAK” (Digitalisasi Penilaian Angka Kredit Guru yang Mudah, Cepat, Murah dan Akuntabel).*** Laras

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *