Sragen-Inspirasiline com. Mentari Sehat Indonesia (MSI) Kabupaten Sragen menggelar Konferensi Pers Pernyataan Bersama Upaya Kolaborasi Penanggulangan Tuberkulosis (TB) Menghadirkan Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr. Sri Subekti, M.Kes dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sragen Komisi IV Ir. Naniek Budhi Darmawati sebagai Pembicara.
Kegiatan di Gelar di Meeting Room Hotel Front One Sragen, Kamis (22/12/2022).
Kasus Tuberkulosis (TBC) di Indonesia menempati Peringkat kedua Tertinggi di Dunia setelah India kemudian diikuti China di Posisi ketiga. Berdasarkan Global TB Report tahun 2022, diperkirakan ada 969.000 kasus TBC di Indonesia dan jumlah kematian sebanyak 144.000 akibat TBC.
Sedangkan di Kabupaten Sragen sendiri, berdasarkan data Dari DKK Sragen, pada tahun 2022 per 30 November berhasil menjaring 4.970 (47%) suspek TB dari target 10.573 (100%). Dengan angka Keberhasilan Pengobatan TBC sebesar 82% dari target 90%. Kasus ternotifikasi TB di Kabupaten Sragen sejumlah 739 orang, dengan 61 diantaranya merupakan kasus TB Anak, 20 kasus TB HIV, dan 6 kasus TB MDR. Kasus yang terlaporkan dan sudah dilaporkan ke dalam Sistem Informasi Nasional SITB mencapai 37,8% dari target 95%. Artinya masih ada 57,2% kasus yang belum ditemukan atau sudah ditemukan namun belum terlaporkan.

Kepala Bidang P2P DKK Sragen dr. Sri Subekti, M.Kes mengatakan, dalam menanggulangi TBC di Kabupaten Sragen dibutuhkan Kerjasama Lintas Sektor antara Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen dengan berbagai Stakeholder yang ada. Mulai dari Lembaga Legislatif, Organisasi Profesi, serta Komunitas.
“Penyakit TBC penyakit menular yang harus diselesaikan bersama dan pentingnya Komitmen Lintas Program dan Lintas Sektor dalam Kontribusi Penemuan, Pemantauan Pengobatan dan Wajib Lapor Pasien TBC. Semua Pasien TBC supaya tercatat dalam Sistem Informasi Tuberkulosis. Koalisi Organisasi Profesi Indonesia untuk Penanggulangan TBC (KOPI TB) Sragen supaya mendukung dan terlibat langsung dalam upaya Penanggulangan TBC melalui jejaring PPM,” Ungkap dr. Sri Subekti, M.Kes
Lebih lanjut Sri Subekti menambahkan, Public Privat Mix (PPM) salah satu strategi untuk meningkatkan penemuan kasus dan kualitas dilayanan dengan melibatkan Fasilitas Pelayanan Kesehatan baik Tingkat Primer-Sekunder dan Pemerintah Swasta menuju eliminasi TBC Tahun 2028 di Kabupaten Sragen.
Manajer Kasus DPPM MSI Sragen Agil Muhamad Hasan mengatakan, MSI Sragen sebagai Komunitas selalu bekerja sama dengan Puskesmas di Ranah Grass Root dalam membantu penemuan suspek dan pasien TB.
Dalam Pengobatan Penyakit TB sendiri terdapat kendala yakni membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar enam hingga sembilan bulan.
“Ini membutuhkan Ekstra Sabar baik dari Pasien maupun Keluarga, bahkan masyarakat sekitar. Sehingga kami berharap masyarakat tidak mengucilkan tapi membantu bagaimana penyakit ini betul-betul terobati hingga sembuh dan tidak menularkan kepada yang lain,” Ungkapnya.
Lebih lanjut, Agil Muhammad Hasan mengatakan, Komunitas TBC Sragen akan terus mengupayakan Kolaborasi untuk memperkuat dukungan dan sekaligus berperan aktif sehingga gerakan bebas TBC dapat diwujudkan untuk mewujudkan eliminasi TBC 2028 di Sragen
Anggota DPRD Kabupaten Sragen dari Komisi IV Ir. Naniek Budhi Darmawati, menambahkan, Edukasi mengenai Pengobatan Penyakit TBC kepada masyarakat penting untuk dilakukan agar Penderita TBC dapat sembuh secara total.
“Pentingnya Edukasi kemasyarkat untuk melakukan Pengobatan secara teratur dan disiplin, agar Penderita TBC sembuh secara total, dan dibutuhkan dukungan dari keluarga dan lingkungan,” Ungkapnya. ( Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen )
