Rembang-Inspirasiline.com. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menggelar Rembang Innovation Award atau Penghargaan Inovasi Daerah tahun 2022.
Setelah beberapa waktu lalu sejumlah tahapan penilaian dari berbagai kategori telah dilaksanakan, Senin (26/12/2022) di pendapa museum RA Kartini, Bupati memberikan piala penghargaan kepada para pemenang.

Ada dua penghargaan terkait inovasi yaitu penghargaan inovasi Perangkat Daerah Terinovatif dan lomba Kreatifitas Inovasi (Krenova) masyarakat. Untuk penghargaan lomba krenova ada dua kategori, yaitu masyarakat dan sekolah.
Ada 10 pemenang yang berhak atas penghargaan inovasi daerah Kategori Perangkat Daerah Terinovatif. Kesepeluh perangkat daerah terinovatif itu yakni
PT BPR BKK LASEM (Perseroda) dengan inovasi ELANG MAS (E Collecting Layanan Masyarakat), Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) dengan program KOTA KAWIS – Konseling Nasehat Perkawinan dan Dispensasi Nikah.
Kemudian, Desa Mojowarno Kecamatan Kaliori Inovasi Pakde Mono (Pelayanan Mandiri Desa Mojowarno). Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Dinindagkop UKM) dengan inovasi Terasa Lur (pelayanan tera/tera ulang ke desa dan kelurahan).
Kelurahan Leteh Kecamatan Rembang dengan program, Kopi lelet mantap (aplikasi portal pelayanan publik online kelurahan Leteh mudah cepat dan tanggap).
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) dengan inovasi Simnangkis (sistem informasi penanggulangan kemiskinan) GERBANG GEMILANG (Gerakan Rembang Gemati, Gampil dan Gamplang).
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) dengan inovasi BUMDESMA SI KOMPAK (Transparansi, keperpihakan pada orang miskin,partisipasi dan kesetaraan gender). Dinsos PPKB dengan Istri mantap (industri rumahan mandiri tanggap)
Kecamatan Sumber dengan Sumber Si Centing (Sumber Sinergi Cegah Stunting). QPuskesmas Lasem dengan inovasi Canting Batik (Cegah dan Atasi Stunting pada Bayi dan Balita titik)
Sedangkan para juara di lomba Krenova kategori sekolah yaitu :
Juara 1. Wahyu Ilham Maula dari Universitas Semen Indonesia Universitas Semen Indonesia menciptakan Desinfektan Biosecurity Peternakan Ayam Broiler Ramah Lingkungan
Juara 2. Rahmah Aprilia Dwitama dan Galuh Tantri Kusumawardani dari SMAN 1 Rembang dengan membuat permen Glatiks sebagai Alternatif untuk pencegahan dan penanggulangan STUNTING di Kabupaten Rembang.
Juara 3.Gabriella Jessica Susanto, Zidane Permana Ramadhan dan Bilqis Adisetya dari SMPN 1 Lasem dengan inovasi Pemanfaatan Lidah Buaya (ALOE VERA) dan belimbing wuluh (AVERRHOA BILIMBI L) sebagai shampoo Bar Alami
Selanjutnya lomba Krenova Kategori Umum, juara 1 Wahyu Ilham Maula dari Desa Tireman membuat Aplikasi DESCAS ver1.0 Solusi menjaga kestabilan singkong di Indonesia dalam menghadapi Revolusi Industri.
Juara 2.Dian Andriani dari SMKN 2 Rembang membuat PhytoProbiotik inovasi probiotik ramah lingkungan dan juara 3 Slamet Riyanto membuat “JAKABAKAR” pupuk alternatif dalam tujuh hari.
Bupati Rembang Abdul Hafidz dalam kesempatan itu mengatakan penghargaan tersebut sebagai apresiasi dan motivasi atas kreativitas dan inovasi yang dibuat.
“Penghargaan ini untuk mendorong inovasi bapak ibu semua dalam upaya kemajuan Rembang ke depan, di samping yang sudah diamanatkan dalam peraturan pemerintah. Jadi penilaian pemerintah berjenjang ini terukur, tidak hanya administrasi dan rutinitas,” ujarnya.
Bupati menambahkan sekarang mulai diterapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Pemkab Rembang sedang bertransformasi ke arah itu. Sistem pemerintahan itu juga telah diterapkan di banyak negara dan hasilnya cukup memuaskan.
“Dengan SPBE efek positifnya yaitu efektifitas anggaran, SDM, terukur dan transparan yang kelima menghindari perbuatan-perbuatan yang menyimpang.”
Abdul Hafidz meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum ikut dalam lomba inovasi daerah tahun depan bisa turut serta. Semua diharapkan menciptakan inovasi, yang muaranya nanti mendukung SPBE di Kota Garam. (Yon Daryono)
