Bupati Tegaskan Pekerjaan Jalan Tidak Mangkrak

NEWS

Rembang-Inspirasiline.com. Bupati Rembang H Abdul Hafidz menegaskan, pengerjaan proyek  jalan akan dilanjutkan sampai selesai 100 persen. Artinya pekerjaan itu tidak akan mangkrak.

Seperti di kabarkan sebelumnya, puluhan proyek jalan di Rembang senilai Rp 120-an miliar lebih berpotensi mangkrak dan terncam di putus kontraknya, karena hingga Kamis, (29/12), progresnya tergolong rendah. Pada hal dalam kontrak di sebutkan proyek harus selesai 28/12.

“Kegiatan yang berjalan ini harus selesai meskipun mundur, tidak akan mangkrak. Karena kami punya regulasi kalau kegiatan tidak selesai pada tahun berjalan itu bisa diperpanjang sampai 50 hari di tahun berikutnya, itu ada Perbupnya dan sudah berdasar pada Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2021, dengan konsekuensi rekanan kena denda,” papar Hafidz, Selasa (29/12).

Hafidz memaklumi munculnya tanggapan miring dari masyarakat atas keterlambatan pengerjaan puluhan proyek pembangunan jalan. Bupati memastikan pekerjaan yang belum dapat diselesaikan itu tidak ada penyelewengan dana  yang dilakukan jajaran Pemkab Rembang.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU Taru) Nugroho menambahkan denda bagi pemborong adalah satu per mil per hari (1/1000) dari nilai kontrak. Sehingga jika 50 hari perpanjang maka denda yang harus dibayar 5 persen  dari nilai kontrak.
Jika pekerjaan pembangunan infrastruktur itu tidak diselesaikan maka dapat mengakibatkan dampak yang negatif. Seperti konstruksi jalan yang ada menjadi rusak, terganggunya kegiatan perekonomian warga, berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas dan yang pasti menimbulkan gejolak di masyarakat.
“Kami akan bersikap memberikan kesempatan kepada semua penyedia untuk menyelesaikan pekerjaan. ” pungkasnya.

Tahun 2022 Pemerintah Kabupaten Rembang melakukan peningkatan dan pelebaran puluhan ruas jalan. Pembangunan 26 paket ruas jalan merupakan kebijakan percepatan pembangunan untuk memperlancar akses roda perekonomian masyarakat.

baca juga:  Selama Operasi Pekat Polres Sragen Berhasil Mengamankan 2.453 Botol Miras

Hingga saat ini terdapat lima proyek pembangunaqn infrastruktur jalan yang sudah selesai, meliputi jalan Sekararum-Dresi, Sekararum- Sumber, Kalipang-Nglojo Kecamatan Sarang, ruas jalan Kenongo-Menoro, Kepohagung-Pragen Kecamatan Pamotan.

Sedangkan 21 pekerjaan infrastruktur belum dapat diselesaikan hingga batas akhir pekerjaan. Penyebab keterlambatan pekerjaan infrastruktur itu salah satunya disebabkan adanya lelang ulang karena saat lelang pertama tidak ada penyedia yang memenuhi syarat, sehingga harus dilakukan lelang ulang yang membutuhkan cukup waktu. (Yon Daryono).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *