Sragen-Inspirasiline.com. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen terus berkomitmen dalam upaya penurunan Angka Stunting dan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI)/Angka Kematian Bayi (AKB) salah satunya dengan melakukan Penggalangan Komitmen untuk membangun Sinergi dilapangan kepada Kader Bidan Desa, Ahli Gizi, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lintas Sektor, PLKB dan Kepala Puskesmas se Kabupaten Sragen di Pendopo Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Sragen Rabu (22/2/2023)
Mengapa angka Stuntung Tinggi di Kabupaten Sragen? Menurut data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI), Sragen mengalami Kenaikan Angka yang Signifikan yaitu 5,5% menjadi Angka 24,3% meskipun bukan diangka yang paling tinggi. Padahal menurut data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi (EPPGBM) Angka Stunting di Kabupaten Sragen tidak terlalu tinggi masih diangka 10.7%.
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam arahannya mengatakan, upaya Penurunan Stunting memerlukan Komitmen dan Kolaborasi antar Kader dilapangan. Seperti Bidan Desa, Ahli Gizi, dan PLKB penanganan akan berbeda-beda. Mulai dari Pengukuran dan Pengecekan sehingga Penanganan menjadi terpadu.
“Untuk itu kita harus mengurai masalah Stunting satu persatu. Penggalangan Komitmen ini untuk memastikan terwujudnya Sinergi dilapangan. Agar semua yang berkaitan dengan Penanganan Stunting bisa Berkolaborasi dengan baik.” Tegasnya.

Yuni sapaan akrab Bupati Sragen mengatakan, Presiden Joko Widodo berpesan, Indonesia akan mengalami Bonus Demografi pada Tahun 2030 -2035 dimana Usia Profuktif lebih Tinggi daripada Usia Tua maupun Usia Balita. Jika tidak bisa mengatasi hal itu akan menjadi Problem tersendiri bagi Indoneisia.
Artinya saat ini adalah waktu yang tepat untuk terus melakukan upaya penurunan Stunting. Karena Penanganan ini akan menjadi tantangan dalam menghadapi Bonus Demografi.
Yuni menambahkan Kabupaten Sragen menjadi Pilot Project oleh World Bank dalam Penanganan Stunting. Alasan menjadi Pilot Project disampaikan oleh Kementrian Kesehatan bagaimana Sragen dapat bersinergi dengan pihak ketiga umtuk menurunkan Angka Stunting.
Hasil dari study lapangan Bappenas, Satwapres, Kemendes, Kemenkes adalah mengsinergikan dengan Kepala OPD maupun Dinas yang terkait dengan Kolaborasi Anggaran. Yuni memastikan, Agar Penganggaran secara tepat tidak Overlapping dan Treatment yang dilakukan-pun tepat.
“Kita kedatangan Direktur World Bank dan Staf Satwapres yang Fokus dan Concern dalam Penurunan Angka Stunting. Mereka telah melakukan Study masalah selama tiga hari ini sampai pada kesimpulan apakah yang kita lakukan selama ini sudah tepat dalam menangani Stunting.” Ungkap Yuni.
Yuni menyampaikan hal yang paling efektif dalam Penurunan Stunting adalah dengan Tindakan Preventive/Pencegahan. Jika Balita sudah kategori Stunting, Pengobatan akan sangat sulit dilakukan. Tentu saja Posyandu menjadi sangat berperan sebagai Kontrol dan Treatment apa saja yang diperlukan.
“Begitu Balita sudah berada di bawah Ambang Garis Ambang batas harus dilakukan Treatment. Remaja Putri yang Hemoglobinnya (HB) rendaah akan membuat Anak Lahir secara Stunting. Kemudian jika sudah Stunting Penanganan-pun akan lebih khusus seperti menyediakan Susu, Obat-Obatan. Tentunya Penanganan Stunting Anggaran akan menjadi Spesifik dan Sensitif.” Ungkapnya.
Yuni mengatakan, Tahun 2024 Kabupaten Sragen menargetkan Angka Stunting akan turun dibawah 5%. Apa yang dilakukan dalam survey EPPGBM itu adalah nyata diangka 10,7% Dengan memiliki alat Antropometri baru, semua Balita akan ditimbang keakuratannya. Sehingga di Tahun 2024 nanti Sragen harus bisa turun dibawah 5%.
“Saat ini Sragen kekurangan alat Antropometri sekitar 1000 Alat untuk 1229 Posyandu. Kementrian PMK akan memberikan bantuan melalui DAK senilai Rp 4 Miliar untuk Pengadaan Antropometri. Karena Posyandu wajib dilengkapi dengan Antropometri dalam Penanganan Stunting. “ Ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut diserahkan bantuan Pengobatan Stunting dari Baznas Kabupaten Sragen sebesar Rp 126.720.000.
Acara diakhiri dengan Penandatangan Komitmen Penurunan Stunting dan Angka Kematian Ibu (AKI) Angka Kematian Balita (AKB) yang diawali oleh Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati. (Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)
