Peserta Ngaji Di Gus Baha Ada Yang Dari Malaysia

NEWS

Rembang-Inspirasiline.com. Ngaji pada saat bulan Ramadan (pasan) di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Lembaga Pembinaan Pendidikan Pengembangan Ilmu Al Qur’an (LP3IA) yang diasuh KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha semakin ramai.

Selain diikuti santri setempat dengan jumlah hampir 2 ribu, ada tambahan 500 santri dari luar pondok. Mereka berasal dari berbagai penjuru daerah. Dari Jawa, luar Jawa, hingga Malaysia. Dari muda hingga tua, bahkan ada yang kelasnya sudah kiai.

Gus Umam yang juga adik Hus Baha, pada Ramadan kali ini ikut mengisi ngaji. Tepatnya pada sore usai ashar. Ia mengisi kitab Mabadi Fiqh. Sementara waktu ngaji lainnya diisi Gus Baha.

Pengajian digelar di sekitar makam ayahanda Gus Baha, KH Nursalim (alm). Yang berlokasi di area pondok. Pengajian pasan memang digelar di situ. Mulai sejak habis subuh, siang habis luhur, dan sore. Hanya pengajian malam habis terawih yang digelar di tempat yang bernama Shuffah.

Gus Umam menyebut, kegiatan Ramadan sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Ada tambahan santri yang ikut ngaji pasan. Mereka ikut ngaji kitab full. Mulai setelah subuh sampai setelah tarawih.

”Yang dari luar pesantren ada sekitar 500 santri yang ikut pasanan. Ini di luar yang sudah menetap. Selama Ramadan mereka ikut ngaji kitab tafsir, Manhajul Latif, serta kitab fiqih,” jelasnya.

Seorang Pengurus Pondok Pesantren Tahfidzul Quran LP3IA Ahmad Latoiful Huda Mubarok menyebut, kegiatan mengaji dimulai habis subuh. Usai subuh, para santri membaca nadhom-nadhom. Baru dilanjut ngaji bersama Gus baha. Dengan kitab Manhalul Latief. Sampai pukul 06.30.

”Lokasinya di sekitar makam (ayah Gus Baha). Habis itu santri tadarus sendiri-sendiri. Beberapa memilih di kamar. Ada yang tetap di sekitar makam,” jelasnya.

Ngaji kembali berlanjut usai jamaah Zuhur. Kitabnya berganti Tafsir Jalalain. Di makam. Sampai pukul 14.00. Kemudian ngaji berlanjut usai Ashar. Bersama Gus Umam. Biasanya berakhir pukul 16.30. Usai itu, santri menyiapkan berbuka.

”Untuk berbuka dimasakkan. Dijadwal per kamar. Nanti satu kamar ada jatah masak untuk sepondok,” tuturnya.

Terakhir ngaji setelah tarawih di Shuffah. Itu tidak menentu. Kadang selesai pukul 21.00. Terkadang sampai pukul 22.00. Mengkaji kitab Manhalul Latief. Diisi Gus Baha. (yon daryono)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *