Prihatin Dengan Kondisi APBD, PMII Datangi DPRD

NEWS

Rembang-Inspirasiline.com. Puluhan mahasiswa yang bergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Rembang, Selasa (27/6) mendatangi gedung DPRD setempat. Mereka melakukan protes dan mempertanyakan kondisi APBD Rembang 2023.

Para mahasiswa melakukan aksi teatrikal di depan gedung DPRD dan cukup menarik lantaran tiga di antara mereka mengenakan topeng bergambar perwakilan eksekutif dan legislatif.

Mereka memakai topeng bergambar Bupati Rembang Abdul Hafidz, Wakil Bupati Hanies Cholil Barro’ serta Ketua DPRD Rembang H Supadi.

Ketiganya membawa kardus yang bertuliskan ‘Ayo Urunan!!! Kanggo ngewangi Pemkab Rembang’.

Dalam Bahasa Indonesia tulisan tersebut berarti ‘Ayo patungan!!! Untuk membantu Pemkab Rembang. Usai melakukan aksi protes dengan treatikal, selanjutnya para mahasiswa menuju Ruang Banggar DPRD Rembang. Di sana mereka melaksanakan audiensi dengan beberapa perwakilan anggota DPRD dan pejabat Pemkab Rembang.

Beberapa anggota DPRD Rembang yang ikut audiensi antara lain Supriyadi Eko Praptomo dan Ridwan selaku Wakil Ketua DPRD serta Puji Santoso selaku Wakil Ketua Komisi III. Sedangkan dari Pemkab Rembang ada Kepala Bappeda, Afan Martadi.

Juru bicara (Jubir) mahasiswa, Riza Rino Lanuardy menyatakan, ada kesan pemerintah tidak serius dalam mengelola anggaran daerah.

“Di sini kami melihat (ada kesan) ketidakseriusan pemerintah dalam mengelola anggaran daerah. Protes ini agar pemerintah melihat kami mengontrol. Jika pun mereka semena-mena maka kami siap menggunakan massa lebih banyak. ini sebagai perwakilan rakyat jelata dalam memantau perkembangan daerah,” papar dia.

Dalam audiensi mahasiswa menyampaikan kondisi APBD Rembang saat ini berimbas kepada pelayanan dasar masyarakat, seperti layanan KTP dan sampah.

Oleh karena itu, kondisi APBD Rembang saat ini bisa menjadi evaluasi untuk pelaksanaan anggaran di tahun selanjutnya.

“Kami mendapatkan jawaban selalu normatif dan berkutat bahwa ini wajar dan biasa. Justru bagus karena Silpa hanya Rp 28 miliar.

baca juga:  Perpanjangan PPKM Resahkan Kalangan Pekerja Seni

Mahasiswa menganggap ini pembelaan saja. Fakta di lapangan berimbas. Kami sampaikan, hal ini tidak bisa dikatakan keadaan baik-baik saja,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Rembang, Puji Santoso mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap kondisi Pemkab Rembang.

Puji menyampaikan kepada mahasiswa bahwa defisit dalam penganggaran adalah hal biasa.

Tapi defisit tersebut, selanjutnya bisa ditutup dengan pembiayaan yang berasal dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) sebelumnya.

“Ada pendapatan ada belanja. Kalau kurang ditutup dengan pembiayaan, itu aturan. Pembiayaan ada Silpa. Silpa ini perkiraan. Jadi perkiraan bisa tepat, bisa meleset. Saya yakin, namanya perencanaan tidak harus sama dengan realisasi,” papar Puji.

Puji juga menyampaikan bahwa cara mengantisipasi kondisi ini adalah melalui APBD Perubahan.

Terkait dengan kondisi melesetnya realisasi Silpa sehingga ada kekurangan pembiayaan sekira Rp 143 miliar, Puji pun mengakui hingga saat ini belum ada jawaban atau solusi.

“Kami sudah rapat dengan TAPD kurang lebih 4 kali. Belum ada jawaban. Kami rapat dengan masing-masing OPD dan kecamatan. Lalu kami dalami lagi dengan TAPD. Tapi belum ada jawaban atau solusi yang memberikan gambaran kita untuk bisa berjalan,” tandas Puji Santoso. (yon Daryono)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *