Kekeringan, Tiga Desa Di Rembang Minta Droping Air

NEWS

Rembang-Inspirasiline.com. Sampai dengan Agustus baru ada tiga desa yang meminta droping air bersih. Jumlah tersebut berkurang drastis jika dibanding dengan tahun lalu.

Sebagai perbandingan, tahun lalu, ada 56 desa di kabupaten ini terdampak kekeringan. Sementara, untuk tahun ini, sampai dengan Agustus di Rembang tercatat baru ada tiga desa yang minta droping air bersih.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang Sri Jarwati menilai, Pihaknya menilai, program pembangunan embung-embung di Rembang dapat memberikan dampak positif dalam menangani kekeringan.

“Sumber-sumber air juga masih bagus. Jadi mudah-mudahan tidak sampai di darurat kekeringan,” ungkapnya.

Selain pembangunan embung, lanjut dia, juga ada program pipanisasi dari PDAM. Sehingga ia menilai program tersebut efektif.

Sebab, jika melihat tahun-tahun sebelumnya, Rembang merupakan daerah rawan kekeringan, kini telah menurun.

Bahkan BMKG sempat memprediksi pada akhir April, wilayah Kabupaten Rembabg sudah masuk musim kemarau. Pihak BPBD Provinsi juga memberikan perhatian khusus terhadap Rembang.

“Tapi kenyataannya masih aman jika dibandingkan dengan kabupaten tetangga yang mulai Juni atau Juli sudah droping air,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan) Rembang Agus Iwan Haswanto menyampaikan, setiap tahun pihaknya memang terus menambah jumlah embung untuk irigasi pertanian.

Sampai dengan tahun lalu, Dintanpan sudah membangun 28 unit embung. Kemudian tahun ini juga akan ada penambahan.

“Setiap tahun ada penambahan sekitar lima. Pada prinsipnya, air menjadi permasalahan pertanian. Semakin banyak pembangunan Sumber daya air menurut saya sangat membantu pertanian,” katanya.

Dengan keberadaan embung-embung itu, dinilai bisa membantu sumber air sumur di sekelilingnya. Yakni, dapat bertahan lebih lama. Mempertahankan sumber air tanah itu.

Selain itu, Dintanpan Rembang juga terus menambah jumlah sumur dangkal di area pertanian.

baca juga:  SINAU BARENG, PEMKAB BLORA DAN PEMKOT TANGSEL SEPAKAT JAJAKI KERJASAMA

Setiap tahun ada penambahan sekitar 100 titik. Sumber anggarannya dari APBD II. Selain itu, juga ada bantuan dari APBD Provinsi dan APBN.

Hal ini bisa memberikan manfaat terutama tanaman yang tidak terlalu membutuhkan banyak air. Seperti tembakau, jagung, dan palawija.

“Sehingga air dengan jumlah sedikit dari sumur itu bisa membantu,” pungkasnya. (yon)

Bagikan ke:

8 thoughts on “Kekeringan, Tiga Desa Di Rembang Minta Droping Air

  1. I beloved up to you will receive performed right here. The sketch is tasteful, your authored material stylish. nonetheless, you command get bought an edginess over that you want be handing over the following. unwell surely come further formerly again as exactly the same nearly a lot incessantly within case you defend this hike.

  2. Hi, I think your site might be having browser compatibility issues. When I look at your website in Safari, it looks fine but when opening in Internet Explorer, it has some overlapping. I just wanted to give you a quick heads up! Other then that, fantastic blog!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *