Rayakan HUT TNI, Kodim 0725/Sragen Menggelar Wayang Kulit Lakon Bimo Krido

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Ke-78, Kodim 0725/Sragen menggelar serangkaian kegiatan guna memperingati hari bersejarah awal berdirinya TNI salah satunya menggelar wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Bimo Krido di halaman Makodim 0725/Sragen dimainkan Ki Dalang Medot Sudarsono. Juma’t (6/9/2023).

Lakon Bimo Krido yang disuguhkan  dalang wayang kulit  Ki Medot Sudarsono, dalam lakon “Bimo Krido” dikisahkan bahwa kata “Krido” artinya perbuatan atau tindakan yang mengandung makna berbuat atau bertindak kebaikan yang bermanfaat untuk nusa dan bangsa.

Dandim O725/Sragen Letkol (Inf) Yoga Yastinanda Menyerahkan Wayang Bima Kepada Dalang Ki Medot Sudarsono

Kisah ini berawal dari lahirnya Bima yang masih berwujud bungkus (Ari-Ari) bahkan bungkus tersebut bisa mengalahkan Gajah Seno yang akhirnya bungkus tersebut diberi nama Brotoseno. Di usia anak-anak Bima mampu mengalahkan dan membunuh Raja Eka Cakra yaitu Prabu Boko, Rakyat Eka Cakra-pun gembira karena Raja Pemakan daging manusia telah sirna.

Di usia remaja, Bima sebagai pengayom saudara-saudaranya, Bima memimpin dalam babat alas mertani, sehingga Bisa membuat negara baru yaitu Ngendra Prastha. Dalam membangun tidak hanya fisik, raga atau jasmani, tetapi juga rohani yang dibutuhkan, bima menjelma menjadi Brahmana di pertapaan arga kelasa dengan nama Begawan Bima Suci, Bima menyebarkan ilmu sangkan paraning dumadi atau ilmu kesempurnaan untuk kebutuhan rohani dan batiniah. Di akhir cerita dalam kisah perang Baratayuda Bima berhasil mengalahkan Duryudana, di sinilah titik puncak Bimo Krido dalam memberantas kebatilan dan keangkaramurkaan. Setelah berhasil sebagai senopati, Bima bersama Pandawa pindah ke Astinapura dan sekaligus kelak Bima akan menjadi penasehat bagi cucunya yaitu Prabu Parikesit.

Ibu-Ibu Anggota Persit Beramah Tamah Sebelum Pagelaran Wayang Kulit Di Mulai

Dandim 0725/Sragen Letkol (Inf) Yoga Yastinanda, S.I.P mengatakan bahwa pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini merupakan persembahan Kodim 0725/Sragen untuk warga masyarakat sragen dalam memeriahkan HUT TNI Ke-78.

“Pesan moral dalam lakon Bimo Krido tersebut adalah keberanian Pandawa dalam memperjuangkan hak dan kedaulatan negara, kemerdekaan dan kedaulatan merupakan hasil perjuangan, bukan hasil perdamaian yang membuat kemerdekaan menjadi tidak utuh” Ungkapnya.

Ki Medot Sudarsono (Tengah) Foto Bersama Forkopimda Sragen Sebelum Pagelaran Wayang Kulit Di Mulai

“Pagelaran Wayang Kulit HUT TNI Ke-78 Tahun 2023 dengan lakon Bimo Krido di lakukan di 78 titik secara serentak dan disaksikan oleh panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M melalui video conference ” Imbuhnya

Letkol (Inf) Yoga Yastinanda berharap masyarakat bisa terhibur dan bisa mengambil hikmah dan pesan moral dalam pertunjukan wayang tersebut untuk di aplikasikan pada kehidupan nyata.

Pagelaran wayang kulit disaksikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Sragen H. Suroto, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sragen Suparno, SH, Kapolres, Danyon 408, Kajari, Ketua  Pengadilan Negeri, Kalapas, Kaminvet, Dansubdenpom, Veteran, Anggota TNI, PNS, Persit Kodim dan ratusan masyarakat Sragen. Di sela-sela pagelaran wayang kulit juga di selingi undian berhadiah bagi peserta yang hadir. (Sugimin/17)

Bagikan ke:

3 thoughts on “Rayakan HUT TNI, Kodim 0725/Sragen Menggelar Wayang Kulit Lakon Bimo Krido

  1. The the very next time Someone said a blog, I hope it doesnt disappoint me as much as this place. Come on, man, Yes, it was my choice to read, but I actually thought youd have something interesting to express. All I hear is actually a few whining about something that you could fix when you werent too busy in search of attention.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *