Sukoharjo-Inspirasiline.com. Kunjungan kerja rombongan Humas Pemda Sukoharjo Jawa Tengah (Protokol dan Komunikasi Pimpinan) bersama wartawan ke Provinsi NTB selama 4 hari (6 – 9/10/2023), rombongan dipimpin oleh Asisten bidang Adminitrasi Umum setda Sukoharjo Rony Wicaksono yang didampingi Sekretaris Kominfo Suharto.
Dalam lawatannya ke Propinsi NTB menuju ke Pemerintahan Provinsi (Pemprov) dan Dinas Kominfo Pemprov NTB diterima oleh Asisten Administrasi Umum Wirawan berlangsung diruang rapat Pemprov NBT. Dalam kata sambutannya Wirawan menyampaikan selamat datang kepada rombongan dari Pemkab Sukoharjo dan ucapan terima kasih atas jalinan silaturohimnya. Wirawan juga menyampaikan Selayang pandang Pemprov NBT, bahwa Provinsi NTB ada 8 Kabupaten dan 2 Kota, ada 2 pulau yaitu pulau Sumbawa dan pulau Lombok di pulau Lombok ada suku Sasak.

Rony Wicaksono selaku pimpinan rombongan menyampaikan kedatangannya ke Pemprov NTB pertama ya silaturohim untuk mendekatkan antara Pemkab Sukoharjo Jawa Tengah dengan Pemprov NTB, selain itu kami bersama wartawan yang bertugas di Kabupaten Sukoharjo mengadakan pres tour ingin melihat lebih dekat apa dan bagaimana pulau Lombok yang ada di Provinsi NTB.
Kemudian kunjungan dilanjut ke Dinas Kominfo Pemprov NTB yang diterima langsung oleh Kepala Diskominfotik NTB Dr. Najamuddin Amy. Najamuddin menyambut baik kedatangan Prokopim dari kabupaten Sukohajo Jawa Tengah. Najamuddin menyampaikan bahwa antara Prokopim dan Diskominfotik ini mempunyai kesamaan peran dan tugas antara lain bagaimana supaya website bisa dikembangkan sebaik-baiknya untuk memback up medsos, hal ini juga merupakan salah satu kanalisasi terkait penggunaan media digital yang hari ini sudah sangat massif ditengah-tengah kita.

Ditanyai bagaimana mengatasi berita hoax jelang pemilu, pihaknya bekerjasama dengan Mapindo melalui beberapa kegiatan seperti talk show, FGD, seminar bersama, juga turun kemasyarakat terkait hoax apa saja yang ada ditengah-tengah masyarakat. Najamuddin juga menyampaikan dalam mengahadapi pemilu ini media mempunyai peran yang sangat penting, kami menggandeng Lembaga penyiaran, Polda NBT, Polres Mataram memberikan edukasi dan pencerahan terkait dengan hoax, seperti Kominfotik go to school menyampaikan literasi digital termasuk hoax ini kepada anaka-anak, katanya.
Saat rombongan berkunjung melihat dari dekat suku sasak yang tinggal di Lombok, dimana suku Sasak menempati rumah adat yang terbuat dari ilalang dan lantainya tanah liat yang dicampur dengan sekam (kotoran hewan kerbau yang baru) untuk mengepel lantai menurutnya hal itu diyakini lantai tidak mudah pecah, didalam adat budaya sasak ada tradisi namanya kawin culik.

Dalam tradisi ini mempelai pria menculik mempelai wanita selama 3 hari untuk dibawa ketempat tentu tanpa sepengetahuan orang tuanya, kemudian orang tua mempelai wanita menebus anaknya kemudian dilanjutkan kepembicaraan mengenai pernikahan kedua mempelai. Di suku Sasak seorang wanita yang akan menjalani pernikahan harus bisa menenun kain terlebih dahulu.
Setelah dari suku sasak kami menuju sirkuit Mandalika yang belum lama ini menjadi ajang motor GP dari berbagai negara namun karena keterbatasan kami hanya bisa menyaksikan dari jauh. (Prie)
