Grobogan-Inspirasiline.com. Upacara peringatan Hari Guru Nasional dan PGRI ke 78 yang bertepatan dengan HUT KORPRI ke 52 berlangsung di setiap tanggal 29 Nopember, Di Kabupaten Grobogan meski sederhana, namun penuh khidmat. Terutama di tingkat satuan pendidikan, upacara peringatan Hari Guru itu sangat bermakna. Khususnya SD Negeri 2 Tambirejo Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.
Selain mengadakan upacara peringatan Hari Guru itu, Sekolah ini langsung melakukan gebrakan di bidang lingkungan hidup yakni deklarasi Zero Waste ( bebas sampah). Dalam deklarasi tersebut, baik Kepala sekolah, guru, penjaga dan para siswa menandatangani deklarasi itu.

Ada 6 hal yang disepakati bersama dalam deklarasi itu, yakni pertama, selalu menjaga kebersihan diri, kelas dan lingkungan. Kedua, membuang sampah pada tempatnya dipisahkan antara organik dan anorganik. Ketiga, bergaya hidup minim sampah, keempat, mengurangi penggunaan sampah plastik dalam kehidupan. Kelima, membawa bekal dan alat-alat makan dan minum sendiri, dan keenam, menerapkan Alisa (aku lihat sampah ambil).
Kepala SDN2 Tambirejo Sujiati, SPd., MPd kepada Inspirasiline.com saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/11/23) menjelaskan melalui deklarasi Bebas Sampah yang dilakukan setelah upacara peringatan Hari Guru ke 78 ini diharapkan semua elemen pendidikan disekolahnya dapat mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih bersama sama, disamping itu juga untuk mendukung tercapainya Standard Nasional Sekolah Ramah Anak untuk sekolahnya.

“Dalam gerakan bebas sampah ini, kami menerapkan Alisa (aku lihat sampah ambil), dan sejak 2019 kayaknya program Alisa ini kurang greget” ungkapnya.
Menurutnya, program membersihkan sampah oleh anak didik dan guru ini sudah berjalan lama namun kenyataannya perlu dilembagakan melalui sebuah slogan yang menggelitik, yakni slogan Alisa tadi, tambahnya. Alisa lahir di SDN2 Tambirejo berkat inspirasi dari Sujiati mengikuti pendidikan karakter di Semarang beberapa tahun lalu.

Dalam deklarasi itu pula, beberapa anak secara sukarela menyediakan diri menjadi duta sampah, setiap kelas ada wakilnya. Tugas duta sampah tersebut adalah menjadi contoh bagi teman temannya untuk hidup bersih dan sehat, mengingatkan teman temannya untuk membuang sampah pada tempatnya.
Disini tak ada istilah sangsi bagi yang membuang sampah sembarangan, tetapi sekolah menggantinya dengan “pendisiplinan posiitif” dimana para siswa membawa botol plastik sendiri dari rumah sebagai tempat sampah sementara yang dibawa pulang kembali.
Tak hanya slogan Alisa saja untuk membebaskan sekolah dari sampah, ternyata Kepala Sekolah ini juga meberlakukan Gepakmasa (gerakan paksa makan sayur) setiap hari Jumat. ” Kami gunakan kata ‘paksa’ itu kan negatif, karena siswa kami banyak yang tidak suka makan sayur, oleh karena itu ada gerakan paksa” ujar Sujiati yang sejak 2019 menjabat Kepala SDN2 Tambirejo itu.
Terkait tema hari Guru ke 78 yakni “Bergerak Bersama, Rayakan Merdeka Belajar”, Sujiati memberikan komentar meski sekolahnya belum merupakan sekolah penggerak, namun kurikulumnya sudah memakai kurikulum merdeka dimana ada kemerdekaan baik.belajar maupun mengajarnya mengembangkan kreatifitas sesuai kearifan lokal oleh karena itu ia berharap para guru gurunya selalu mengupdate diri terhadap perkembangan teknologi informasi, jangan sampai kalah dengan siswanya.
Satu lagi yang perlu dicatat , ternyata sekolah ini juga mengembangkan budaya dengan membranding dirinya sebagai Sekolah Nusantara, dimana setiap hari Rabu semua siswanya menggunakan pakaian adat nusantara, ada yang Jawa, Bali, Kalimantan, Papua dan daerah daerah lain di Indonesia.”Tujuannya agar para siswa mengenal dan mencintai budayanya sendiri dan adat daerah lainnya, juga menanamkan rasa kebhinekaannya itu” ungkap Sujiati. Selain pakaian adat, melalui branding itu pula, siswa bisa mengenal minimal satu makanan lokal, tarian lokal dan nyanyian lokal ( budaya sendiri), tambahnya.
Dengan jumlah murid sebanyak 221 siswa terbagi kedalam 11 rombongan belajar dan diampu 14 orang guru, serta didukung dengan kondisi sekolah yang bagus gedungnya bersih lingkungannya, kini SDN2 Tambirejo Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan semakin maju.
Dalam peringatan Hari Guru tahun ini, Sujiati berharap agar pendidikan di Indonesia tetap maju. (jkwi)
