Tegal-Inspirasiline.com. Persoalan pencemaran lingkungan hidup dan Iklim di sepanjang pesisir Pantai Utara Tegal menjadi tema diskusi pada acara Rembuk Iklim Pesisir Tegal.
Acara diskusi yang diprakasai oleh Kesatuan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Pesisir Indonesia (KPPMPI) Kabupaten Tegal Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) serta KPPI berlangsung Kamis (7/12/2023) di Barbarian Coffee Jl.Brawijaya Kelurahan Muarareja Kota Tegal.

Rembuk iklim pesisir Tegal menghadirkan narasumber Wakil walikota Tegal Dr.Jumadi, ST., MM, mewakili pejabat publik dan mewakili dari kalangan akademisi Kanti Rahayu, SH., MM Dosen Fakultas Hukum Universitas Pancasila (UPS) Tegal.

Berbagai persoalan menyangkut pencemaran lingkungan seperti abrasi dan ekosistim di bibir pantai menjadi bahan diskusi.
Dalam diskusi tersebut KPPMI menilai bahwa selama ini apa yang dilakukan oleh berbagai pihak dalam penanganan masalah abrasi dan pencemaran lingkungan dinilainya sebagai pencitraan saja, sebab apa yang dilakukan tidak didasari dengan cara yang benar.

Contoh ketika dilakukan penanaman pohon bakau asal tanam saja tidak.memahami struktur tanah , malah setelah penanaman tidak ada kelanjutan bagaimana pemeliharaannya.sehingga apa yang dilakukan sia-sia.
Pengembangan pelabuhan Tegal juga menjadi sorotan bagi pemuda dan mahasiswa, mereka sangat prihatin dengan kondisi pelabuhan sekarang yang melebihi kapasitas dan terkesan semrawut.
Menurutnya pemerintah pusat yang rencana akan mengembangkan pelabuhan Tegal menjadi pelabuhan nasional ternyata di ” ganjal ” oleh Provinsi.
Sebagai narasumber Jumadi mengapresiasi pokok pikiran dari peserta diskusi yang perhatiannya sangat tinggi terhadap kondisi lingkungan yang ada di Tegal.
Dalam kesempatan itu juga disinggung l masalah tenaga kerja kapal atau ABK ( anak buah kapal ) mereka sangat prihatin karena banyak ABK yang masih di bawah umur.
” saya apresiasi kepada anak muda yang luar biasa dan dari akademisi yang bisa bersinergi memberikan edukasi kepada generasi muda untuk berpartisipasi aktif terhadap isu lingkungan.” kata Jumadi usai diskusi.
Diskusi tersebut sangat bagus karena mengangkat isu lingkungan yang terjadi pada masyarakat pesisir.
Jumadi.mengajak kepada generasi muda jangan ragu mengeluarkan pendapat terkait hajat masyarakat
Kita memang harus secara dini mengantisipasi berkembangnya karbon untuk menjaga kesehatan kita berharap apa yang di programkan oleh pemerintah tahun 2050 bebas karbon bisa terwujud.
” saya berharap generasi muda tidak akan lelah menyampaikan isu soal lingkungan hidup dan perubahan Iklim sehingga kita ikut mendorong pemerintah mewujudkan bebas karbon.” ungkap Jumadi.
Kanti Rahayu dari fakultas hukum UPS Tegal, dengan diskusi semacam ini berharap adanya jawaban dari wakil walikota selaku unsur pemerintah.
” apa yang sekiranya dapat disinergikan untuk langkah ke depan, konkretnya seperti apa dari pemerintah dan jika bisa disinergikan seperti apa kegiatan ke depannya” .kata Kanti.
Setelah mendengarkan materi. Jawaban dari Jumadi dari berbagai pertanyaan dan usulan dari peserta diskusi, Abdul Ajis mewakili KPPMI merasa puas.
” Karena dari beberapa pertanyaan ataupun masukan ada beberapa program seperti yang tadi sudah disampaikan bukan hanya mengenai perubahan iklim, namun ada beberapa tentang aturan yang mungkin bisa disinergikan ataupun bisa dimulai dari berbagai kajian baik dari pemerintah, akademisi dan komunitas masyarakat.” kata Abdul Ajis. (Biet)

amoxicillin 500mg prescription: buy cheapest antibiotics – generic amoxicillin cost
amoxicillin 800 mg price
Excellent site. Lots of helpful information here. I’m sending it to some buddies ans additionally sharing in delicious. And certainly, thanks for your sweat!