Rembang-Inspirasiline com. Masih dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2024, Bupati Rembang bersama jajaran pengurus dan anggota PWI Rembang, Jumat (8/3) melakukan kegiatan di kawasan Embung Sudo, Kecamatan Sulang.
Yakni, menabur 5.000 bibit ikan jenis nila, gurame dan tombro. Selain itu juga menanam penghijauan sejumlah buah-buahan. Ikut mendampingi bupati antara lain tiga Asisten Sekda, Hj Yuni Indrawati, H Sumardi dan H Agus Salim. Camat, Kapolsek dan Danramil Sulang, Kepala Dinlutkan, Kepala DLH dan Kades Sudo.
Ketua PWI Rembang Musyafak mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir, kegiatan HPN selalu digelar di desa- desa pinggiran. Antara lain Desa Roto Kecamatan Pancur, Dukuh Sukun, Desa Dadapan, Sedan, di Desa Bancang, Sale dan tahun ini di kawasan Embung Sudo, Kecamatan Sulang.


“Bukan kami para wartawan mlete atau kemaki, namun kami ingin mendekatkan para awak media dengan warga daerah pinggiran,” tandas Musyafak.
Pada kesempatan itu Musyafak menyampaikan apresiasi tinggi atas kerjasama antara jurnalis di Rembang dengan jajaran Pemkab utamanya P Bupati H Abdul Hafidz, yang sudah terjalin secara baik.
“Mohon Pak Bupati tidak marah jika ada rekan wartawan yang membuat berita agak nylekit. Bukan kami benci, tapi semata-mata koreksi konstruktif demi kemajuan Rembang,” ujar Musyafak.
Sementara itu Bupati Rembang H Abdul Hafidz mengaku selama ini kurang maksimal dalam menjalan kerja sama dengan media baik medsos, oneline, televisi atau media mainstraim.
“Buktinya banyak kegiatan yang dilakukan Pemkab yang mestinya layak viral, tetapi nyatanya gaung berita itu menjadi biasa karena kurang kompak antara Pemkab dengan media,” tandas Hafidz sembari mencontohkan di daerah lain ada penyerahan alsintan yang jumlahnya hanya puluhan menjadi viral. Sementara kita yang menyerahkan 300 unit alsintan menjadi berita biasa.
Oleh karena itu, imbuh Hafidz, dalam masa akhir jabatannya, dia akan bekerja sama dengan teman-teman media untuk menggaungkan kegiatan secara meluas, sehingga masyarakat mengetahuinya.
Pada kesempatan itu Hafidz mengulas hal yang telah berhasil dilakukan.
Antara lain pembangunan infrastruktur khususnya jalan terbukti telah mampu meningkatkan gairah dan etos kerja masyarakat.
“Perbaikan jalan akan terus kami lakukan dengan anggaran dari berbagai sumber. Tahun ini ada proyek cukup besar berupa peningkatan jalan antara Sulang-Sumber dengan anggaran sekitar Rp 58 miliar. Begitupun dengan ruas jalan yang lain,” tandas Hafidz
Secara khusus Hafidz juga mengulas panjang lebar mengenai upaya penurunan angka kemiskinan. Kata dia saat ini angka kemiskinan di Rembang masih cukup tinggi. Yakni 14 persen lebih. Namun upaya yang telah dilakukan telah maksimal karenanpada tahun 2016 lalu angkanya 23 persen.
“Jika dibanding dengan Kudus dan Jepara nemang kita terlihat sangat besar. Karena dua kabupaten itu 7 dan 6 persen,” ungkap Hafidz. (yon).
