Penilep Dana Desa Krajan Weru Menjadi Penghuni Rutan Surakarta

NEWS

Sukoharjo-Inspirasiline.com. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari ) Sukoharjo Rini Triningsih yang didampingi Kasie Pidana Khusus (Pidsus) Bekti Wicaksono kepada sejumlah wartawan pada Kamis  (02/5/2024), mengatakan bahwa kami Penyidik Kejaksaan Negeri Sukoharjo telah menetapkan Tersangka dengan inisial SW selaku Kepala Urusan Keuangan yang juga merangkap bendahara Desa Krajan Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo menjadi tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangkan Kepala Kejaksaan Negeri Sukoharjo Nomor: Print- 660/M.3.34/Fd.2/05/2024.

Kajari menambahkan pada (2/5/2024) setelah dilakukan penetapan tersangka kemudian kami Penyidik melakukan upaya paksa berupa Penahanan di Rutan selama 20 hari kedepan yang terhitung sejak hari ini tanggal (2 – 21/5/2024 ) di Rumah Tahanan Kelas IA Surakarta berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Sukoharjo Nomor: Print-661/M.3.34/Fd.2/05/2024.

Kajari (tengah) didampingi Kasie Intel dan Kasie Pidsus

Lanjut dia pada (02/5/2024) bahwa perbuatan Terdakwa dilakukan dalam kurun waktu antara bulan Januari tahun 2022 sampai dengan Desember 2022 SW sebagai Bendahara telah melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan dana APBDes  Desa Krajan Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo pada tahun anggaran 2022 untuk kepentingan pribadi telah melanggar aturan yang telah diatur di dalam permendagri No. 20 tahun 2018 dan permendagri No. 113 tahun 2014. dengan rincian:

  1. Penyalahgunaan Saldo Tunai Silpa Tahun 2021 sebesar Rp 24.215.738, dan
  2. Penyalahgunaan Saldo Bank Silpa Tahun 2021 sebesar Rp 32.989.020.
  3. penyalahgunaan dana transper  tahun  2022 sebesar Rp. 84 349  249
  4. penyalahgunaan dari PAD lelang pengelolaan tanah kas desa tahun 2022  sebesar Rp. 23 600 000.
  5. penyalahgunaan dari pendapatan lelang tanah kas desa tahun 2022 sebesar Rp.  28 980 182

Sehingga atas perbuatan  tersangka SW telah merugikan pemerintah desa sebesar Rp. 194 134 189.  Adapun modus tersangka ini adalah menarik dana dengan cara memalsu tanda tangan kepala desa sehingga atas perbuatan tersebut tersangka melanggar pasal 2 UU nomor 31/1999 tentang tindak pidana korupsi  dan pasal 3  ancamannya jika melanggar pasal 2 diganjar minimal 4 tahun, atau jika melanggar pasal 3 ancaman hukuman tidak ada minimalnya, tergantung nanti fakta-fakta yang ada dipersidangan mengarah kemana.

baca juga:  Pipa PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Bocor, Tim DLH Blora Lakukan Pengecekan
SW (tengah) tersangka APBDes Weru

“ Tersangka SW ini bertindak sendirian melakukan penyelewengan APBDes. Jadi, perangkat desa lainnya tidak tahu-menahu jika dana APBDes telah digunakan tersangka untuk kepentingan pribadinya. Tersangka sudah dinonaktifkan sejak kasus ini bergulir pada 2022,” ujar Rini Triningsih. (Prie)

Bagikan ke:

4 thoughts on “Penilep Dana Desa Krajan Weru Menjadi Penghuni Rutan Surakarta

  1. I loved as much as you will receive carried out right here The sketch is tasteful your authored subject matter stylish nonetheless you command get got an edginess over that you wish be delivering the following unwell unquestionably come further formerly again as exactly the same nearly very often inside case you shield this hike

  2. Just wish to say your article is as surprising The clearness in your post is just cool and i could assume youre an expert on this subject Fine with your permission allow me to grab your RSS feed to keep updated with forthcoming post Thanks a million and please keep up the enjoyable work

  3. Attractive section of content I just stumbled upon your blog and in accession capital to assert that I get actually enjoyed account your blog posts Anyway I will be subscribing to your augment and even I achievement you access consistently fast

  4. obviously like your website but you need to test the spelling on quite a few of your posts Several of them are rife with spelling problems and I to find it very troublesome to inform the reality on the other hand Ill certainly come back again

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *