Bupati Minta Budayakan Minum Jamu Untuk Kebugaran Tubuh

NEWS

Sukoharjo-Inspirasiline.com. Peringati hari Jamu yang ke-16 bupati Sukoharjo Etik Suryani ajak masyarakat minum jamu, dengan memperingati hari Jamu Pemkab Sukoharjo melalui dinas Koperasi UKM dan Perdagangan menyelenggarakan kegiatan workshop dengan tema “ Pemanfaatan dan Pengembangan Jamu di Indonesia”. Dengan workshop ini harapkan dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pemanfaatan dan pengembangan jamu, selain itu agar dapat menjaga dan melestarikan jamu sebagai warisan bangsa.

Hal ini diungkapkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani di sela-sela peringatan Hari Jamu ke-16 di Gedung Menara Wijaya, Rabu (29/5/2024). Mengusung tema Pemanfaatan dan Pengembangan Jamu di Indonesia, acara itu dihadiri pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Sukoharjo, perwakilan pelaku usaha jamu, dan masyarakat.

Bupati Etik praktek tumbuk jamu

Dengan dijadikan dan ditetapkan jamu sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Unesco pada Desember 2023,  diajak untuk menjaga eksistensi jamu sebagai produk unggulan Kabupaten Sukoharjo. Hal ini seiring jamu ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada Desember 2023.

Dalam kesempatan itu, para tamu undangan minum jamu bersama demi menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Pemkab Sukoharjo telah menginisiasi gerakan minum jamu secara serentak yang diikuti para aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Sukoharjo pada 2021. Para ASN diwajibkan meminum jamu setiap Jumat.

empon-empon sebagai bahan jamu tradisional

“Jamu merupakan warisan turun menurun dari nenek moyang. Ini warisan leluhur yang menjadi produk unggulan Sukoharjo yang kini ditetapkan sebagai WBTB oleh Unesco,” katanya.

Guna mengenalkan minuman jamu, hotel -hotel di Sukoharjo diminta untuk menyediakan welcome drink berupa jamu untuk tamu yang menginap. Masyarakat diajak untuk membudayakan minum jamu. Saat pandemi Covid-19  muncul, minum jamu menjadi gaya hidup masyarakat untuk menjaga kebugaran tubuh.

baca juga:  Meningkat, Tren Kasus Balita Terpapar Covid-19 Kabupaten Sukoharjo
Minum jamu bersama pada peringatan hari jamu

Sementara itu, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional (GP Jamu) Jawa Tengah Stefanus Handoyo Saputro mengatakan industri jamu di Tanah Air kian berkembang, terutama pascaCovid-19. Permintaan jamu meningkat seiring minum jamu menjadi gaya hidup kekinian masyarakat.

Sukoharjo telah dicanangkan sebagai destinasi wisata jamu pada 2019. Hal ini menjadi added value dalam menjaga dan melestarikan jamu yang memiliki nilai manfaat serta ekonomi tinggi. “Industri Jamu di Jawa Tengah memberikan kontribusi separuh lebih dari total pemasaran produk jamu di Tanah Air. Kami optimis industri jamu kian tumbuh dan berkembang dan menjaga eksistensi warisan leluhur,” ujarnya. (Prie)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *