Bantuan Penanggulangan Kekeringan untuk Kecamatan Gesi Dan Tangen, Warga Diminta Rawat Sumur agar Fungsinya Tetap Optimal

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com Setelah memberikan bantuan penanggulangan kekeringan di Kecamatan Sumberlawang dan Miri pada Jum’at (4/10/2024) lalu, kini giliran Empat Desa di Kecamatan Gesi dan Tangen yang menerima bantuan lima sumur air bersih oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sragen bersama Corporate Social Responsibility (CSR).

Sumber pendanaan dalam pembuatan sumur tersebut berasal dari PT. Glory Industrial Semarang – Sragen di Dukuh Glagahrejo RT 01, Desa Gesi, Kecamatan Gesi. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sragen mengisi satu sumur di Dukuh Genthong RT 03 (Dimanfaatkan RT 03, 04, 05, 06, dan 07), Desa Gesi, Kecamatan Gesi dan dua sumur di Dukuh Pule RT 16 dan 18 (Dimanfaatkan bersama RT 17), Desa Denanyar, Kecamatan Tangen. Sedangkan satu sumur di Dukuh Ngunut RT 08, Desa Denanyar, Kecamatan Tangen didanai oleh Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Sragen.

Dalam acara Peresmian Bantuan Sumur Air Bersih dalam rangka Penanggulangan Kekeringan di Kabupaten Sragen pada Jum’at (18/10/2024) di Lokasi 1 Dukuh Genthong, Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtonegoro Sragen, Hanindyo Heru Prayitno, ST, berpesan agar warga merawat dan memelihara sumur agar keberlangsungan sumber airnya tetap terjaga dari tahun ke tahun.

“Pompanya harus dicek secara berkala, jaringan pipanya yang berpotensi sering bocor karena kendaraan yang lewat juga harus diperiksa. Terutama mekanik kelistrikan, meteran listriknya harus sering dilihat.” pesannya.

Dikatakannya banyak terjadi di sumur bantuan Tahun sebelumnya mengalami kerusakan karena token listrik yang habis tidak terisi sehingga airnya tidak mengalir, Pompanya berkarat, dan pipanya mampet karena terisi lumut. Dalam hal tersebut, pembangunan sumur harus diulang dari awal yang membutuhkan dana yang cukup besar.

“Saya pernah mendengar di satu Daerah tarifnya dibebankan pada rata-rata baik rumah tangga maupun pemilik Bisnis, inilah yang menyebabkan kesenjangan karena tarif tidak dihitung sesuai dengan penggunaan udara.” Menambahkan.

Konsumsi Udara yang kurang teratur juga menjadi masalah yang penting dalam menjaga kesehatan mengingat masing-masing keluarga memiliki jumlah anggota keluarga yang berbeda-beda sehingga debit penggunaan airpun bervariasi.

Camat Gesi, Supriyadi, S.STP., M.Si, menyarankan kepada para Kepala Desa untuk menggalakkan Lomba Keindahan, Kebersihan, dan Kenyamanan (K3) khususnya dalam penghijauan Agustus yang akan dinilai pada Lombaan Tahun 2025.

“Upaya kekeringan di Gesi ini dapat teratasi, kita harus banyak menanam pohon di lingkungan Desa agar sumber air tetap ada bahkan bertambah.” Cetusnya.

Sementara itu Camat Tangen, Tetuko Andri Setyawan SIP mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sragen dan seluruh donatur yang telah membangun sumur senilai 35 juta di tiap titiknya.

“Kami merasa terbantu dengan adanya sumur ini karena Kecamatan Gesi sendiri rutin meminta bantuan air bersih setiap tahun.” ucapnya.

Pembangunan 1 Sumur meterdiri mulai dari pengeboran, instalasi pompa listrik, pemasangan toren, pembuatan pondasi, dll.

Air bersih dari Sumur CSR ini dapat dimanfaatkan untuk mandi, mencuci, kakus, dan dapat dikonsumsi melalui proses memasak terlebih dahulu. (Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

6 thoughts on “Bantuan Penanggulangan Kekeringan untuk Kecamatan Gesi Dan Tangen, Warga Diminta Rawat Sumur agar Fungsinya Tetap Optimal

  1. Blue Techker naturally like your web site however you need to take a look at the spelling on several of your posts. A number of them are rife with spelling problems and I find it very bothersome to tell the truth on the other hand I will surely come again again.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *