Grobogan-Inspirasiline.com. Bidang Pengendalian Penduduk Penyuluhan Penggerakan Keluarga Berencana (KB) DP3AKB Kabupaten Grobogan menggelar kegiatan Workshop/Sosialisasi KB Pasca Persalinan dan simulasi Pemasangan KB Implan yang berlangsung di Ruang pertemuan RKG (soyben) Krangganharjo Grobogan, Selasa (15/10/ 2024).
Kegiatan ini diikuti bidan Koordinator/Bidan Puskesmas dan Bidan penangungjawab Puskemas ampu persalinan dari 33 fasilitas kesehatan yaitu dari RSUD milik pemerintah dan 30 Puksemas se Kabupaten Grobogan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Indartiningsih, S.Sos, MM menjelaskan bahawa KB mempunyai peran penting dalam menurunkan resiko kematian ibu dan bayi melalui pencegahan kehamilan, penundaan usia kehamilan, dan merencanakan jarak kehamilan. Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan melakukan KB Pasca Persalinan (KBPP) yaitu pelayanan kontrasepsi yang di berikan setelah persalinan sampai dengan 42 hari/6 minggu setelah melahirkan.
Dijelaskan, capaian program KB di Kabupaten Grobogan masih rendah, sehingga diperlukan komitmen bersama apabila ada masyarakat yang dilayani persalinan di Faskes, diusahakan sudah KB Pasca Persalinan.
“KB Pasca Persalinan (KBPP) tahun kemarin kita rendah dan tahun ini agak bagus progresnya, semoga dengan kegiatan ini nanti capaian KBPPnya menjadi bagus” katanya.
Indartiningsih, S.Sos, MM juga mengucapkan terimakasih kepada para bidan yang hadir, karena program KB bisa terwujud berkat dukungan dari penyedia Fasilitas Kesehatan (Faskes), Dinas Kesehatan dan peran bidan-bidan praktek yang tersebar di desa.
“Kami sampaikan terimakasih atas kerjasamanya selama ini dan mari kita membangun komitmen, bersama-sama bekerjasama dalam rangka mensukseskan program KB yang nantinya akan bermuara pada terwujudnya generasi emas 2045 seperti yang kita bersama”katanya.
Sementara itu Edy Widodo, SKM,MKes selaku Kabid P4KB menjelaskan, terkait KB Pasca Persalinan memang masih ada kendala dalam hal teknis dan kompetensi tenaga medis yang melayani di fasilitas kesehatan. Tidak semua Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) bisa melakukan pelayanan KB, tetapi ada indikasi medis berupa rujukan ke fasilitas tingkat lanjut.
“Hari ini dilakukan kegiatan workshop pemasangan implan yang mana diharapkan petugas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas bisa melayani KB sendiri. Sehingga Puskesmas mampu melayani KB dan tidak memerlukan rujukan ke rumah sakit”jelasnya.
Workshop Pemasangan KB Implant 1 Batang disampaikan oleh Rina Hendaryanti S.Tr.Keb,SKM (Bidan Puskesmas Klambu) dan Seputri Amd Keb (Bidan Puskesmas Toroh I). Kedua bidan tersebut sebelumnya telah mengikuti pelatihan yang difasilitasi BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, kemudian mereka membagikan ilmunya kepada bidan lainnya. (jkw/ edi w)

Houzzmagazine Pretty! This has been a really wonderful post. Many thanks for providing these details.
Noodlemagazine There’s undoubtedly plenty to explore about this topic. I enjoy all the insights you provided