Tegal-Inspirasiline.com. Mau tidak mau para pedagang kami lima (PKL) di sepanjang jalan Kartini KH.Dahlan dan jalan Menteri Soepeno harus menerima keputusan Pemkot Tegal yang akan memindahkan para PKL di tempat yang baru dekat taman makan pahlawan atau depan stadion Yos Sudarso Jl.Melati Kota Tegal.
Pemindahan PKL terkait dengan semakin padatnya arus lalu lintas di sepanjang jalan Kartini dan jalan Menteri Soepeno apa lagi saat jam-jam padat pagi dan sore hari saat jam pulang kerja.

Melihat kondisi arus lalin yang semakin semrawud maka Pemkot Tegal melalui Dinas Perhubungan melakukan rekayasa arus lalu-lintas dengan memberlakukan satu arah yang akan di mulai 15 Januari 2025.
Terkait dengan hal tersebut Penjabat (Pj) Wali Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono didampingi Pj. Sekretaris Daerah Kota Tegal, Sartono Eko Saputro, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Tegal, Ir. Cucuk Daryanto, Kepala OPD terkait meninjau proses pembersihan area untuk relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) tersebut Minggu (12/1/2025).
Peninjauan tersebut untuk memastikan kesiapan tempat untuk menerima kehadiran para PKL yang direlokasi.
“Hari ini kita melihat bahwa progresnya sudah bagus, nanti kita dorong lagi sehingga sudah siap untuk menerima kehadiran para pedagang PKL yang memang sudah siap, bersedia dan ikhlas untuk mereka kita lakukan relokasi,” ujar Agus Dwi.
Agus mengungkapkan bahwa pada perkembangannya, jumlah PKL yang akan direlokasi mengalami peningkatan yang semula 90 PKL menjadi kurang lebih 110 PKL yang terdiri dari PKL Jalan Kartini, Jalan Menteri Soepeno dan Jalan Ahmad Dahlan.
“Yang area-area di situ nanti akan kita geser ke area sini dan teman-teman dari Dishub kemudian mendukungnya dengan memperkuat rekayasa lalu lintas sehingga tempat yang menjadi lokasi tidak lagi menjadi tempat yang sepi tetapi nanti menjadi tempat yang ramai dan mudah diakses,” jelas Agus Dwi.
Selanjutnya terkait rekayasa lalu lintas, Pj. Wali Kota menjelaskan bahwa relokasi para PKL harus diikuti dengan membentuk keramaian di tempat relokasi. Sehinga kalau tempat relokasi tetap sepi seperti saat ini maka akan berdampak pada penjualan para pedagang.
“Jadi konsep kita adalah kita akan tegas, kemudian konsisten dan berpihak kepada mereka yang siap di relokasi. Sehingga tadi bisa kita lihat dari yang tadinya sempat Mereka gak mau pindah kesini, pindah ketempat yang lain tetapi sekarang malah meningkat yang tadinya 90 sekarang sudah 110. Tetapi kita akan batasi cukup sampai disitu karena kita fokuskan kepada mereka yang eks Jalan Kartini, Jalan Menteri Soepeno dan Jalan KH Ahmad Dahlan,” jelasnya.
Menurut Pj. Wali Kota untuk selanjutnya hal semacam ini akan menjadi sebuah pola bagi Pemerintah Kota Tegal ketika akan menata para PKL dari tempat eksisting ke tempat baru, Pemerintah Kota Tegal akan dukung dengan fasilitas yang menggembirakan untuk para PKL.
Agus Dwi menyebut bahwa di tempat relokasi ini pihaknya sudah menyiapkan listrik, kemudian nanti akan dipasang wifi gratis, toilet dan fasilitas pendukung lainnya.
Dikatakan Pj. Wali Kota Tegal untuk rekayasa lalu lintas akan dimulai pada hari Rabu (15/1/2025) sedangkan untuk relokasi PKL akan dilakukan pada hari Sabtu (18/1/2025).
Kemudian terkait waktu dagang di tempat relokasi, Pj. Wali Kota menyampaikan bahwa tempat relokasi ini akan digunakan secara bersama-sama sehingga nanti ada pedagang pagi, pedagang siang, pedagang sore dan pedagang malam. (Biet)
What i dont understood is in reality how youre now not really a lot more smartlyfavored than you might be now Youre very intelligent You understand therefore significantly in terms of this topic produced me personally believe it from a lot of numerous angles Its like women and men are not interested except it is one thing to accomplish with Woman gaga Your own stuffs outstanding Always care for it up