Kadisdik Grobogan Prihatin Aksi Unjuk Rasa Anarkis Yang Umumnya Melibatkan Beberapa Siswa SMP

NEWS

Grobogan-Inspuirasiline.com. Unjuk rasa yang terjadi di Grobogan kemaren Sabtu (30/8/2025) yang umumnya diduga diikuti pelajar SMP di Grobogan mengundang keprihatinan publik. Dari pantauan media Inspirasiline.com di lapangan terdapat sekitar 50 anak remaja yang didominasi pelajar SMP diamankan oleh aparat kepolisian setempat.
Salah satu warga yang merasakan keprihatinan dan sedih adalah Kepala Dinas Pendidikan Kab. Grobogan Drs.H.Purnyomo, MPd.

Dia mendengar dan melihat dari media sosial bahwa banyak anak-anak seusia pelajar SMP yang terlibat aksi unjuk rasa anarkis. Mereka ikut ikutan merusak aset dan fasum milik kepolisian.

Saat dimintai komentarnya lewat Wa nya terkait anarkisme itu, Kadisdik Grobogan mengatakan komentar pertamanya adalah prihatin dan sedih melihat sikap dan sifat beberapa anak usia SMP yang terjaring dalam demo kemarin, apa pun alasannya.

” Demo untuk menyampaikan aspirasi, saya rasa hal yang biasa. Tetapi kalau sudah bertindak anarkis, itu lain ceritanya. Karena tindakan itu akan ada pihak-pihak yang dirugikan. Ini sudah ranah APH.” ujarnya, pada Minggu (31/8/2025).

Ia mengungkapkan anak seusia SMP itu sifatnya labil, sikap mudah terprovokasi, mereka memiliki rasa setia kawan yang disalahmaknakan menjadi titik awal peristiwa seperti kemarin.

“Saya terkadang juga heran sama anak-anak dalam bersikap. Ketika menerima berita atau ajakan temannya, termasuk provokasi, baik langsung atau pun tidak tentang sesuatu, bukannya difilter dulu, malah langsung digas tanpa peduli atau tidak memikirkan akibat yang akan terjadi kemudian.” beber Kadisdik yang juga Ketua PGRI Grobogan.

Purnyomo juga mengurai kejadian Sabtu sore kemarin. Ia beranggapan mereka tidak tahu maksud dan tujuan demo itu.  “Saya rasa tidak tahu, umumnya cuma anut grubyuk. Sekedar mengikuti tren dan ikut-ikutan temannya. Bahkan demo kemungkinan dipersepsikan sebagai hal merusak” tegas Kadisdik.

Dia menjelaskan, selama ini pihaknya sudah membuat satu tindakan preventif, himbauan ke semua sekolah agar sekolah membuat himbauan melalui Wali Kelas ke orang tua murid, yang intinya menjaga putra-putrinya selama demo (30-31 Agustus) berlangsung tetap dalam pantauan orang tua atau di rumah.

” Bahkan kami intens berkoordinasi melalui WA Group Disdik dan Kepala Sekolah” jelasnya.

Usaha boleh saja, namun faktanya, masih juga ada siswa SMP yang terjaring dalam demo tanggal 30 Agustus kemarin.

” Ini yang perlu kami evaluasi lagi secara bersama agar Grobogan kembali aman dan nyaman.” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto dalam keterangannya terkait puluhan pelajar yang diamankan petugas menjelaskan dari jumlah pelajar yang diamankan itu akan dipilah secara detail mana yang memenuhi unsur pidana dan mana yang tidak.

“Bagi yang memenuhi unsur pidana tetap akan kami proses hukum, untuk anak-anak karena pertimbangan hukum akan kami panggil orangtuanya dan sekolahnya agar dilakukan pembinaan” ucapnya didampingi Kasi Humas Ipda Arif Suryanto.

Terkait pelayanan di Polsek Purwodadi yang mengalami kerusakan, Kapolres menegaskan pelayanan masyarakat tetap berjalan karena pelayanan adalah hal yang utama bagi Polres. (jk)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *