Gladi Tangguh Ke 9 Unit Bantu Pertolongan Pramuka Kwartir Cabang Grobogan Tahun 2025 Resmi Dibuka

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Kegiatan Gladi Tangguh ke 9 Tahun 2025 Ubaloka (Unit Bantu Pertolongan Pramuka) digelar Kwarcab Grobogan di aula setempat pada Rabu (8/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari dari tanggal 8 hingga 11 Oktober tersebut dibuka resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Grobogan Heru Dwi Cahyono mewakili Bupati Setyo Hadi.

Hadir dalam acara tersebut Kadisporabudpar, Kadisdik, Kepala Kemenag, Koordinator pos Basarnas Jepara, Kepala BPBD dan Ketua PMI Grobogan.

Agus Winarno (seragam pramuka) bersama para instruktur

Dalam sambutan Bupati Grobogan yang dibacakan Asisten Ekbang tersebut mengatakan egiatan Gladi Tangguh Ubaloka ini adalah gerbang awal, sebuah kawah candradimuka yang akan menggembleng fisik, mental, dan pengetahuan kalian. Selama beberapa hari ke depan, peserta akan ditempa dengan berbagai materi dan praktek yang menantang, mulai dari teknik pencarian dan pertolongan (SAR), pertolongan pertama, manajemen kebencanaan, hingga kemampuan bertahan hidup (Survival).

“Kalian adalah Pramuka Penegak pilihan yang memiliki panggilan jiwa luar biasa: panggilan untuk membantu dan menolong sesama tanpa pamrih. Kalian tidak hanya dilatih untuk tangguh di lapangan, tetapi juga untuk memiliki hati yang peka dan siap sedia berbakti kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pertolongan dan penanggulangan bencana.” ucapnya.

Bupati memberikan tiga pesan utama sebagai bekal kalian, yakni pertama, Jaga Disiplin dan Fokus: Ikuti setiap instruksi dari Kakak Instruktur dengan penuh disiplin, tanggung jawab, dan kesungguhan. Fokuslah pada setiap
materi, serap ilmunya dengan maksimal. Ingat, ilmu pertolongan adalah ilmu yang sangat penting, yang
bisa menjadi penentu antara hidup dan mati bagi korban, kedua, Perkuat Solidaritas: Kalian akan menghadapi
berbagai tantangan yang tidak bisa diselesaikan sendirian. Tanamkan rasa persaudaraan, kerja sama,
dan semangat gotong royong di antara sesama peserta. UBALOKA adalah tim, bukan individu, dan ketiga, implementasikan Tri Satya dan Dasa Darma: Jadikan Tri Satya dan Dasa Darma sebagai pedoman utama. Jiwa rela menolong, bertanggung jawab, dan suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan adalah modal utama seorang anggota Ubaloka yang sejati.

“Kelak, saat kalian terjun ke masyarakat, tunjukkan bahwa anggota Pramuka, khususnya Ubaloka Kwarcab Grobogan, adalah pelopor dan teladan dalam tugas kemanusiaan.

Saya sangat bangga melihat semangat yang membara di mata kalian. Masa depan Gerakan Pramuka yang bergerak di garda terdepan penanggulangan bencana, ada di tangan kalian. Jadilah kader-kader yang Siap, Cepat dan Tanggap.” tutup Bupati.

Kegiatan Ubaloka ini diikuti 40 orang peserta yang berasal dari pramuka penegak berbagai pangkalan SMA/SMK di Grobogan

Terpisah, Agus Winarno selaku salah satu pengurus Pusdiklat Kwarcab Grobogan menambahkan istilah Ubaloka hanya ada di wilayah Kwarda Jateng sejak 1986 dan hal tersebut merupakan “SAR” kebanggaannya Pramuka Jateng.
Terkait diklat Ubaloka ke 9 yang tengah berlangsung ini, Agus menjelaskan para peserta yang ikut tersebut telah lolos seleksi pisik dan mental dan persyaratan tertentu lainnya.

” Tadinya calon peserta mencapai 65 orang, karena kuota hanya 40 orang ya tetap kita seleksi sesuai ketentuan yang ada. Usai pelatihan ini, para peserta mendapatkan sertifikat” pungkasnya. (jk)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *