Wakil Ketua DPRD Jateng Dukung Aglomerasi Wisata Gagasan Gubernur Ahmad Luthfi

NEWS

SEMARANG (inspirasiline.com)— Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menyatakan dukungan penuh terhadap konsep aglomerasi wisata yang digagas Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Ia menilai konsep tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lintas daerah.

Aglomerasi wisata merupakan upaya mengintegrasikan destinasi-destinasi yang berdekatan secara geografis agar saling mendukung. Pemprov Jateng saat ini tengah menyiapkan beberapa kawasan unggulan, salah satunya paket Rawapening–Kopeng–Borobudur yang akan dikembangkan sebagai kawasan wisata terpadu.

“Dengan menghubungkan destinasi-destinasi wisata yang memiliki karakteristik berbeda namun saling melengkapi, potensi ekonomi lokal bisa lebih maksimal. Ini bukan hanya soal pariwisata, tapi juga pemerataan pembangunan,” ujar Saleh.

Ia menjelaskan, Rawapening di Kabupaten Semarang kaya dengan wisata air dan pemandangan alam, sedangkan Kopeng menawarkan panorama pegunungan serta hasil pertanian berkualitas. Sementara itu, Borobudur di Magelang merupakan ikon wisata dunia yang telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya.

Menurut Saleh, pengunjung Borobudur dapat diarahkan untuk menikmati kesejukan Kopeng maupun keindahan Danau Rawapening melalui konsep integrasi tersebut. “Bayangkan jika wisatawan luar negeri yang datang ke Borobudur juga menikmati Kopeng dan Rawapening. Mereka tak hanya berhenti di satu titik, tetapi menjelajahi seluruh potensi Jateng. Ini akan menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar,” tambah Ketua DPD Golkar Jateng itu.

Saleh menegaskan kesiapan DPRD Jateng untuk memberikan dukungan anggaran maupun regulasi demi terwujudnya aglomerasi wisata. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar pemerintah daerah. “Semangat kolaborasi menjadi kunci. Kita tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri. Semua harus saling menguatkan.”

Selain Rawapening–Kopeng–Borobudur, konsep aglomerasi juga dinilai potensial diterapkan pada kawasan Solo–Sangiran–Sragen serta Karimunjawa–Jepara–Kudus.

“Kami yakin, dengan mengintegrasikan satu destinasi dengan lainnya, Jawa Tengah bisa menjadi tujuan wisata unggulan yang tidak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga pengalaman perjalanan yang terintegrasi dan berkelanjutan,” tutup Saleh. (*)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *