Sragen-Inspirasiline.com. Upacara Bendera Di SMP Negeri 1 Sambirejo menjadi sarana pendidikan karakter ketika Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengajak para siswa untuk berani menggantungkan cita-cita setinggi langit tanpa dibatasi latar belakang keluarga, Senin (12/1/2026).
Dialog tersebut terjadi saat Orang Nomor Satu di Sragen itu bertindak sebagai Pembina Upacara. Pada kesempatan itu, Nayla siswi kelas IX menyampaikan tiga cita-citanya, yakni ingin menjadi diplomat, dokter, dan orang kaya. Jawaban polos namun penuh keyakinan tersebut disambut apresiasi dan dukungan langsung dari Bupati.
Bupati Sigit Pamungkas menegaskan bahwa cita-cita besar harus dimiliki setiap anak tanpa dibatasi latar belakang keluarga. Ia mengingatkan pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, agar Generasi Muda berani menggantungkan mimpi setinggi langit.
“Kalau cita-cita kita tinggi, maka usaha kita untuk mengejarnya juga akan keras. Dan ketika kita berusaha keras, kita sedang membentuk diri menjadi versi terbaik kita masing-masing,” ujar Bupati Sigit Pamungkas di hadapan ratusan siswa.
Ia juga mendoakan agar cita-cita Nayla dapat terwujud dalam 20 hingga 30 tahun mendatang sehingga mampu membanggakan Orang Tua dan Daerah. Menurutnya, Orang Tua Nayla yang berprofesi sebagai pedagang bukanlah penghalang untuk meraih masa depan gemilang.
Dalam amanatnya, Bupati Sigit Pamungkas turut membagikan perjalanan hidupnya yang berasal dari keluarga petani sederhana di Sragen. Setelah menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Sragen, ia melanjutkan kuliah di Universitas Gadjah Mada dan meniti karier sebagai Dosen hingga dipercaya mengemban berbagai amanah di Tingkat Nasional.
“Siapa pun bisa sukses. Tidak peduli Orang Tuanya petani, pedagang, atau buruh. Yang penting berani bermimpi, mau belajar, dan terus berdoa,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sigit Pamungkas juga melakukan penandatanganan prasasti penghargaan Adiwiyata Mandiri SMP Negeri 1 Sambirejo Tahun 2025. Penghargaan ini merupakan level tertinggi dalam penilaian sekolah berwawasan lingkungan, setelah kabupaten, provinsi, dan nasional.
“Siapa pun bisa sukses. Tidak peduli Orang Tuanya petani, pedagang, atau buruh. Yang penting berani bermimpi, mau belajar, dan terus berdoa,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sigit Pamungkas juga melakukan penandatanganan prasasti penghargaan Adiwiyata Mandiri SMP Negeri 1 Sambirejo Tahun 2025. Penghargaan ini merupakan level tertinggi dalam penilaian sekolah berwawasan lingkungan, setelah Kabupaten, Provinsi, Dan Nasional.
Bupati mengapresiasi capaian SMP Negeri 1 Sambirejo yang konsisten menjalankan program peduli lingkungan sejak 2019. Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk berprestasi, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan.
Menutup sambutannya, Bupati Sigit Pamungkas berpesan agar para siswa terus belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati Orang Tua Dan Guru, serta senantiasa mengiringi usaha dengan doa.
“Insya Allah dari Sambirejo akan lahir anak-anak hebat yang mengharumkan nama Sragen dan Jawa Tengah,” pungkasnya.
Upacara bendera tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Sutrisna, beserta Jajaran Guru dan Tenaga Kependidikan SMP Negeri 1 Sambirejo. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)
