Sukoharjo-Inspirasiline.com. Gedung Graha Pustaka itu nama Gedung perpustakaan yang baru yang mana sebelumnya Gedung Perpustakaan bertempat di jalan Slamet Riyadi proliman Sukoharjo. Graha Pustaka ini sekarang di Kalurahan Mandan Kecamatan Sukoharjo sebelah kanannya Kantor Polres Sukoharjo dan sebelah kirinya Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo, Graha Pustaka ini di resmikan oleh bupati Sukoharjo pada Selasa ( 31/3/2026).
Dalam laporannya kepala Perpustakaan Sukoharjo Iwan Setiyono menyampaikan bahwa pembangunan Gedung perpustakaan yang baru ini merupakan wujud komitmen Pemkab Sukoharjo dalam menghadirkan layanan perpustakaan yang optimal adaptif sesuai dengan perkembangan jaman serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat diera digital.

Gedung Graha Pustaka ini dibangun dengan biaya dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah secara bertahap dan terintegrasi sehingga menghasilkan layanan perpustakaan yang representative. Adapun suber biaya pertama dari DAK dengan pagu Tp. 10 550 000 000 dengan realisasi kontrak Rp 8 457 071 480 ini digunakan untuk pembangunan Gedung layanan, pengadaan perabot, dan koleksi bahan perpustakaan baik cetak maupun digital.
Sumber dana yang kedua dari APBD kabupaten tahun 2024 senilai Rp. 642 776 566 yang digunakan untuk perencanaan, reviu DED, pengurukn, pengawasan, dan studi kelayakan. Yang ketiga dari APBD kabupaten Sukoharjo tahun 2025 total Rp 318 936 466 yang digunakan untuk jasa konsultasi pengawasan, perencanaan, pendampingan seta penataan leatskeep. Yang keempat dari ABPD Kabupaten Sukoharjo tahun 2026 senilai Rp. 180 252 200 digunakan untuk penyempurnaan pasilitas interior, parkir dan leatskeep.

Graha Pustaka ini dilengkapi dengan pasilitas yang luas lengkap dan nyaman antara lain: ruang koleksi yang tertata modern, ruang baca yang nyaman dan rapi, ruang reperensi dan penelitian, ruang diskusi, aula untuk kegiatan literasi seminar dan pelatihan, mini teater/ruang audio visual, mini café dengan berbagai pasilitas di Gedung baru ini sudah terlihat adanya peningkatan kunjungan masyarakat pada tahun 2025 kunjungan rata-rata 73 pemustaka tiap hari dan di tahun 2026 ini di bulan Januari-Februari kunjungan rata-rata 250 pemustaka tiap hari.
Sementara itu bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa dengan adanya perpustakaanini bisa menjadi jantungnya literasi, ilmu pengetahuan, pusat irformasi, dan sebagai wahana memperkuat karakter bangsa melalui literasi dan budaya baca.

Lebih lanjut bupati menambahkan bahwa berdasarkan data pada tahun 2025 tingkat kegemaran membaca (TKM) di kabupaten Sukoharajo 58,43 % meningkat sedikit diatas rata-rata kegemeran membaca tingkat nasional yaitu 54,8 %. Sedangkan indek literasi pembangunan masyarakat (IPLM) Sukoharjo 23, 80 jauh lebih tinggi dari IPLM nasional yang hanya 20 an %.
Dengan telah diresmikannya Graha Pustaka ini kami sangat berharap tidak hanya menjadi tempat mebaca tetapi juga pusat belajar inovasi dan kolanorasi, menjadi ruang inklusi bagi seluruh lapisan masyarakat artinya perpustakaan ini tidak hanya untuk anak sekolah tetapi juga untuk ibu-ibu PKK, Dharma Wanita, bunda literasi tingkat kecamatan bisa hadir membawa anak-anaknya untuk dikenalkan perpustakaan ini, serta menjadi penggerak literasi, maka manfaatkan dan hidupkan perpustakaan ini sebagai pusat peradaban, pesan bupati. (Prie)
