Grobogan-Inspirasiline.com. Grobogan yang merupakan Kabupaten terluas nomor 2 se Jateng setelah Cilacap ternyata memiliki ratusan jenis makanan rumah tangga seperti camilan, lauk ataupun makanan pengenyang
perut, semua ada di Grobogan.
Kali ini kita akan melihat salah satu home industri yang sudah tak asing lagi dan sudah sangat familier bagi masyarakat yakni keripik tempe.
Di Grobogan banyak sekali home industri keripik tempe yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten, namun home industri yang satu ini lain dari yang lain. Inilah dia home industri keripik tempe Puspa Rasa yang berada di Lingkungan Sambak Kelurahan Danyang Purwodadi Grobogan.

Lebih dari dua dekade mengolah tempe menjadi kripik renyah, industri rumah tangga Puspa Rasa kini menjadi idola warga Purwodadi dan sekitarnya.
Sejak berdiri pada 2004, Puspa Rasa konsisten memproduksi kripik tempe dengan proses manual yang dipertahankan hingga kini. Setiap hari, pasangan suami istri Susanto dan Jumini ini menghabiskan sekitar 120 bungkus tempe untuk digoreng setelah diiris tipis-tipis.
“Kami kerjakan berdua setiap hari. Tempenya harus diiris tipis biar hasilnya kering dan renyah, itu kunci kripik Puspa Rasa,” ujar Susanto saat ditemui di tempat produksi, Senin (4/5/2026).
Cita rasa gurih dan tekstur renyah membuat kripik tempe Puspa Rasa banyak dicari. Untuk pemasaran di dalam kota, produk ini sudah merambah toko-toko dan swalayan di Purwodadi, seperti Swalayan Lumayan dan RM Noroyono serta toko-toko besar lainnya.

Sementara untuk pembeli dari luar kota, mereka langsung datang ke lokasi produksi di RT 02 RW 05 Sambak, Danyang, Purwodadi, Grobogan. Lokasi yang sederhana ini justru menjadi tujuan langganan pencinta kripik tempe yang ingin membeli dalam jumlah besar.
Tanpa karyawan satu orang pun, suami istri itu mengerjakannya sendiri. Mulai pembelian bahan, mengiris tempe dengan mesin dan menggoreng hingga memasukkannya kedalam plastik yang bertuliskan Puspa Rasa. Harga 1 bungkus plastik besar berisi 10 buah tempe keripik dengan harga Rp 16 ribu, sedangkan 1 bungkus plastik kecil berisi 10 buah keripik dijual dengan harga Rp 10 ribu.
Puluhan tahun sudah home industri tempe keripik Puspa Rasa bertahan dengan resep dan cara tradisional membuat Puspa Rasa tetap dipercaya pelanggan. Kini, kripik tempe buatan Susanto dan Jumini tak hanya jadi camilan favorit warga Grobogan, tapi juga oleh-oleh khas yang dicari pendatang dari luar daerah. (jk)
