Revitalisasi Simpang Lima Semarang Dimulai, Agustina: Hadirkan Ruang Publik yang Lebih Nyaman dan Ramah Lingkungan

NEWS

SEMARANG (inspirasiline.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai melakukan revitalisasi kawasan Lingkar Luar Simpang Lima sebagai upaya menghadirkan wajah baru ikon Kota Semarang yang lebih modern, nyaman, hijau, dan ramah bagi masyarakat. Penataan ini tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga meningkatkan kualitas infrastruktur, memperbaiki sistem drainase, serta mendukung aktivitas ekonomi para pedagang.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan revitalisasi dilakukan secara menyeluruh agar Simpang Lima semakin representatif sebagai ruang publik sekaligus destinasi wisata perkotaan.

“Simpang Lima adalah wajah Kota Semarang. Karena itu kami ingin menghadirkan kawasan yang lebih nyaman untuk berjalan kaki, lebih teduh, lebih bersih, bebas genangan, sekaligus tetap menjadi pusat kegiatan ekonomi dan rekreasi masyarakat,” ujar Agustina, Jumat (26/6/2026).

Pedestrian Lebih Nyaman dan Drainase Lebih Baik

Melalui proyek revitalisasi ini, masyarakat nantinya akan menikmati jalur pedestrian yang lebih lebar, aman, dan ramah bagi pejalan kaki maupun penyandang disabilitas.

Pemkot Semarang juga membangun sistem drainase baru untuk mengurangi potensi genangan saat hujan sehingga aktivitas masyarakat di kawasan Simpang Lima dapat berlangsung lebih nyaman.

Selain itu, pemerintah membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) khusus kawasan kuliner yang ditempatkan di bawah jalur pedestrian.

Menurut Agustina, keberadaan IPAL akan mengolah limbah dari aktivitas pedagang sebelum dialirkan ke saluran drainase sehingga lingkungan tetap bersih dan saluran air tidak mudah tersumbat.

“Kami ingin kawasan kuliner tetap berkembang, tetapi juga semakin bersih dan ramah lingkungan. Limbah dari aktivitas pedagang akan diolah terlebih dahulu sehingga saluran drainase tidak mudah tersumbat oleh minyak maupun sisa kotoran,” jelasnya.

Ruang Hijau Tetap Dipertahankan

Revitalisasi Simpang Lima juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Pohon-pohon yang sebelumnya berada di kawasan tersebut dipindahkan sementara ke Kebun Bibit Sampangan untuk menjalani proses perawatan dan karantina. Setelah pekerjaan selesai, seluruh pohon akan ditanam kembali sebagai bagian dari lanskap baru kawasan Simpang Lima.

“Kami tidak menghilangkan ruang hijau. Pohon-pohon tetap kami rawat agar nantinya Simpang Lima tetap menjadi kawasan yang rindang, teduh, dan nyaman dinikmati masyarakat,” tegas Agustina.

Pedagang Direlokasi Sementara

Selama proses pembangunan berlangsung, para pedagang kaki lima direlokasi sementara ke shelter di depan eks E-Plaza.

Setelah revitalisasi yang ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026, para pedagang akan kembali menempati kawasan Simpang Lima dengan fasilitas yang lebih tertata, bersih, dan nyaman.

Sebelum pekerjaan konstruksi dimulai, Pemkot Semarang juga telah melakukan normalisasi sedimen saluran drainase sejak Januari 2026 sebagai langkah awal memperkuat pengendalian genangan di kawasan tersebut.

Agustina berharap masyarakat mendukung proses revitalisasi yang sedang berlangsung karena manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang.

“Ketika revitalisasi ini selesai, masyarakat akan memiliki ruang publik yang lebih nyaman untuk beraktivitas, berolahraga, berkumpul bersama keluarga, maupun menikmati kawasan kuliner. Pedagang memperoleh fasilitas yang lebih baik, lingkungan menjadi lebih bersih, dan Simpang Lima akan semakin layak menjadi kebanggaan warga Semarang maupun tujuan wisata. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar,” pungkasnya. (*)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *