SLAWI (inspirasiline.com) Menghadapi potensi dampak musim kemarau tahun 2026, Perumda Air Minum (PDAM) Kabupaten Tegal telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memastikan ketersediaan dan penanganan krisis air bersih bagi masyarakat.
Kepala Bidang Hubungan Langganan Ujang Tatang, ST dalam keterangannya Kamis (6/8/2026) menyampaikan bahwa pihak PDAM berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal untuk memetakan wilayah-wilayah terdampak serta mengoptimalkan bantuan distribusi air.
”Menghadapi musim kemarau ini, kami berkoordinasi dan berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Tegal. Bantuan air bersih sudah terjadwal untuk wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan,” ujar Tatang.

Berdasarkan pemetaan awal dan jadwal penanganan bersama BPBD, terdapat tiga kecamatan utama yang menjadi fokus perhatian bantuan pasokan air bersih, yaitu: Kecamatan Suradadi, Kecamatan Warureja, Kecamatan Jatinegara.
PDAM Kabupaten Tegal mengimbau kepada masyarakat, khususnya di wilayah rawan kekeringan, untuk mengoptimalkan penggunaan air secara bijak selama musim kemarau. Masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih darurat juga dapat berkoordinasi melalui pemerintah desa setempat untuk diteruskan kepada BPBD dan PDAM Kabupaten Tegal.
Melalui persiapan armada tangki dan koordinasi lintas instansi ini, PDAM Kabupaten Tegal berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pelayanan dan memastikan kebutuhan dasar air bersih masyarakat tetap terlayani.
Mensnggapi musim kemarau Tatang mengatakan, untuk mengansipasi dampak musim kemarau panjang serta guna meningkatkan cakupan layanan air bersih di wilayah Kabupaten Tegal, Perumda Tirta Utama (PDAM) terus mengoptimalkan pengiriman bantuan air bersih ke daerah terdampak kekeringan sekaligus menyiapkan langkah strategis perluasan jaringan pipa.
Perumda Tirta Utama rutin menyalurkan air bersih berdasarkan koordinasi dan penjadwalan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal. Setiap harinya, sebanyak 1 hingga 3 armada tangki berkapasitas 5.000 liter dikerahkan ke titik-titik rawan, seperti wilayah Kecamatan Suradadi, di Desa Kertasari Kecamatan Warureja, di Desa Kendayakan dan sejimlah desa di Kecamatan Kedungbanteng.
Selain berkoordinasi dengan BPBD, bantuan armada tangki juga disalurkan atas permintaan instansi serta lembaga swasta dan masyarakat, seperti Muhammadiyah Medical Center dan sejumlah pondok pesantren. Adapun biaya penyaluran air bersih armada tangki mandiri/komersial dipatok seharga Rp250.000 per tangki (5.000 liter) hingga sampai di lokasi tujuan.
Guna memberikan solusi jangka panjang bagi wilayah rawan kekeringan seperti Kertasari dan kawasan Pantura yang belum terjangkau sambungan PDAM, pihak Perumda Tirta Utama tengah mengupayakan kerja sama dengan PDAM Pemalang untuk memanfaatkan sumber air dari Moga.
Saat ini cakupan layanan Perumda Tirta Utama baru mencapai sekitar 11% atau melayani kurang lebih 62.000 sambungan rumah (SR) dari total populasi Kabupaten Tegal. Atas arahan Bupati, pihak PDAM berkomitmen untuk terus meningkatkan persentase tersebut secara bertahap.
Langkah konkret yang sedang berjalan adalah optimalisasi penambahan debit air sebesar 30 liter per detik yang diperoleh dari PDAB Jawa Tengah pada pertengahan tahun ini. Penambahan debit ini difokuskan untuk perluasan dan normalisasi aliran di wilayah Penusupan, Kedungbanteng Balapulang, hingga kawasan Pantura. Selain itu, PDAM juga siap melayani kebutuhan air bersih untuk kawasan industri dan pabrik-pabrik baru di wilayah Kabupaten. jelas Tatang. (Biet)
