Festival Bledug Kuwu Grobogan Dinilai Sukses, Akan Dijadikan Agenda Tahunan

NEWS

GROBOGAN (inspirasiline.com) – Lima hari Grobogan berpesta budaya. Lima hari tanah Bledug Kuwu berdenyut, bersuara, dan bercahaya.

Sejak 20 hingga 25 Oktober 2026, Festival Bledug Kuwu yang berlokasi di Lokawisata Bledug Kuwu, Kabupaten Grobogan, resmi digelar. Dan hasilnya: SUKSES. Sukses secara gagasan, sukses secara massa, sukses secara makna.

Oleh karena itu, festival bergengsi yang mengakar pada bumi Grobogan ini akan diangkat menjadi agenda tahunan resmi Pemerintah Kabupaten Grobogan.

Layang layang dari warga Danyang Purwodadi sepanjang 100 meter

Hal itu disampaikan dengan nada bangga oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporabudpar) Kab. Grobogan, Drs. Wahono, M.Pd., kepada media http://Inspirasiline.com di ruang kerjanya, Senin (26/10/2026).

Wahono menambahkan, Bledug Kuwu sebagai salah satu icon Grobogan perlu dilestarikan. Salah satunya melalui ivent Festival Bledug Kuwu. Adapun festival dengan thema Bledug Kuwu Gumregah Melestarikan Budaya Membangkitkan Pariwisata.

Festival itu bukan sekadar tontonan. Ia adalah magnet. Ia menyedot ribuan pasang mata, baik masyarakat Grobogan maupun dari luar Grobogan, untuk datang, menyaksikan, dan mencintai tanahnya sendiri.

Layang2 sepanjang 100 meter ikut meramaikan Festival Bledug Kuwu

Rangkaian festival diisi dengan napas kebudayaan yang utuh: PBB untuk pelajar SMA dan SMK selama 3hari, Karawitan tingkat SD dan SMP selama 2 hari, kesenian Barongan yang magis, festival layang-layang, bathik karnival karnival hingga penampilan band pelajar yang penuh semangat muda.

Dan puncaknya, yang paling menyedot animo dan lautan pengunjung, adalah festival layang-layang. Beraneka bentuk, beraneka warna, beterbangan gagah di langit Kuwu. Diikuti oleh peserta dari Grobogan, Blora, Sragen, Semarang, hingga Salatiga.

“Kami nggak mengeluarkan dana banyak, yang penting penyelenggaraannya berhasil, ternyata masyarakat antusias sekali,” ungkap Wahono dengan jujur dan patriotik.

Sebuah kalimat sederhana, namun bermakna dalam: Bahwa kemegahan budaya tidak selalu diukur dengan besarnya anggaran, melainkan dengan besarnya cinta rakyat pada budayanya.

Penyelenggaraan Festival Bledug Kuwu kali ini adalah yang pertama dalam sejarah. Digelar pagi, siang, dan malam hari tanpa henti. Sebuah penanda kebangkitan bahwa Bledug Kuwu bukan lagi sekadar fenomena alam, ia kini adalah panggung martabat budaya Grobogan untuk Indonesia.

Saat pelaksanaan festival tersebut juga dihadiri oleh pejabat dan staf Dinas Pariwisata Prop. Jateng dan berharap ivent semacam ini bisa dilakukan tiap tahun.

Menariknya, selama festival berlangsung para sektor UMKM laris semua, berarti dengan ivent ini sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat bergerak meningkat.

“Dengan peningkatan pariwisata, juga bisa menggerakkan UMKM setempat, itu juga salah satu tujuan kami”pungkas mantan Sekdin Pendidikan Kab. Grobogan itu. (jk)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *