SMP 3 Dawe Kudus Bangkit Mengukir Prestasi

NEWS

KUDUS (inspirasiline.com) – SMP 3 Dawe Kudus kini menjelma menjadi sekolah yang banyak diminati dan sarat prestasi. Mematahkan stigma lama sebagai sekolah pinggiran yang sepi peminat.

Sejak didirikan pada tahun 1998 dan telah mengalami 10 kali pergantian nakhoda, sekolah yang terletak di Dukuh Waringin ini berhasil bangkit dan bersinar di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah (Kepsek) ke-11, Etik Dwi Apriliyanti, S.Pd., M.Pd.

Berbekal ilmu dan keterampilan mendalam di bidang Seni Budaya, Etik mampu menyentuh hati para lulusan SD/MI di wilayah sekitar untuk melanjutkan pendidikan di SMP 3 Dawe.

Olah tari para siswi

Salah satu gebrakan yang melambungkan nama sekolah ini adalah lahirnya Tari Madu, sebuah tarian khas ciptaan Etik yang menggambarkan kehidupan penduduk setempat dalam mengolah madu asli lereng Gunung Muria.

Berkat keunikannya, Tari Madu kerap diundang untuk tampil di berbagai acara bergengsi. Salah satunya saat Kodim 0722 Kudus menyambut tamu kehormatan dari Kodam, di mana Tari Madu dipercaya tampil mendampingi Tari Caping.

Tidak hanya seni tari, SMP 3 Dawe juga semakin dikenal luas melalui ekstrakurikuler seni karawitan dan seni pedalangan.

Bahkan, siswa sekolah ini telah berhasil tampil sebagai dalang cilik dalam ajang Festival Pedalangan.

Prestasi gemilang lainnya juga diukir dalam Lomba Teater Bocah, di mana tim teater sekolah ini sukses menembus babak final yang akan digelar di GOR PT DJARUM Kudus.

“Keberhasilan ini semata-mata bukan dari saya pribadi. Ini merupakan buah dari kerja keras dan kerja sama seluruh guru, siswa, serta unsur komite sekolah,” ujar Etik, yang juga dikenal aktif sebagai pesenam aerobik.

Keberhasilan memborong berbagai prestasi ini terbilang luar biasa. Mengingat keterbatasan fasilitas dan sumber daya manusia (SDM) yang dihadapi sekolah.

Saat ini, SMP 3 Dawe memiliki 14 orang guru (termasuk Kepsek) untuk mendidik 170 siswa yang terbagi dalam 6 rombongan belajar (rombel)—masing-masing 2 kelas untuk jenjang kelas 7, 8, dan 9.

Hebatnya lagi, sekolah ini sama sekali tidak memiliki Tenaga Administrasi atau Tata Usaha (TU). Seluruh urusan administrasi sekolah dikerjakan secara gotong royong oleh para guru.

Kekurangan guru juga melanda mata pelajaran krusial seperti Matematika dan PKN. Untuk mengatasinya, sistem pengajaran diampu oleh guru dari mata pelajaran serumpun. Khusus untuk pelajaran Matematika, Kepsek Etik turun tangan langsung mengajar para siswa.

Dalam menjalankan roda sekolah, ia dibantu oleh dua Wakil yaitu Susilowati, S.Pd. (Waka Pengajaran) dan Yekti Maria Ardi (Waka Sumber Daya Sekolah).

Meski berada dalam keterbatasan, deretan prestasi tetap berhasil diboyong ke Dukuh Waringin. Saat ini, SMP 3 Dawe bangga menyandang predikat Juara Seni Karawitan, Finalis Lomba Teater, Juara Tartil, Juara Seni Pedalangan, pencetus Tari Manis Madu khas Lereng Muria, serta menorehkan prestasi yang tidak kalah gemilang di bidang kepramukaan. (s. Panei)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *