Penulis: Budhy HP | Editor: Dwi NR
TEMAGGUNG | inspirasiline.com
BEGINILAH para aparat sipil negara (ASN) di Kabupaten Temanggung. Pagi-pagi sudah menyerbu para PKL di komplek Pasar Temanggung, Rabu (21/7/2021), gara-gara diperintah Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq agar membeli keperluannya pada pedagang kakilima (PKL) yang saat ini terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
Bupati Muhammad Al Khadziq menginstruksikan semua ASN untuk belanja di warung PKL. Pasalnya, sejak pandemi dan diterapkannya PPKM Darurat, sektor ini sangat terpukul. Upaya ini diharapkan mampu menolong pedagang yang terpuruk.
Bupati Al Khadziq ternyata punya cara ini untuk membantu warganya yang kesulitan ekonomi sebagai imbas penerapan PPKM Darurat. Terlebih saat pandemi Covid-19 yang masih terjadi sejak lebih setahun terakhir ini.

Permintaan Bupati Temanggung agar ASN belanja pada PKL itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 012 Tahun 2021 tertanggal 16 Juli 2021. Isinya tentang Gerakan Peduli Belanja bagi ASN, pegawai BUMD, Kepala Desa, dan Perangkat Desa di Pedagang Kakilima (PKL), dalam Masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
“ASN itu ekonominya stabil, tidak terpengaruh Covid-19. Maka dalam keadaan sulit begini, mereka harus peduli membantu pihak yang susah, salah satunya dengan belanja di kakilima,” kata Al Khadziq.

Memperhatikan perintah itu, terlihat hilir-mudik para ASN menyerbu para PKL di komplek Pasar Kliwon Temanggung. Ada yang beli buah-buahan, ada yang borong alat rumah tangga seperti centhong kayu, serok, bahkan beli caping. Sebagian lagi membeli jejamuan untuk direbus sendiri di rumah.
“Iya, kasihan juga para pedagang ini harus tutup pada pukul 14.00 selama PPKM Darurat, sementara dagangannya belum laku banyak. Jadi kami membantu untuk membeli dagangan mereka,” ucap Nana, seorang ASN.
Beberapa ASN lain membeli minuman dawet, karena melihat pedagang yang jualan itu belum ada pembelinya. Tentu semua dibungkus, karena ada ketentuan dibawa pulang/tidak dimakan di tempat, dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Melalui cara ini, diharapkan tercapai dua solusi, yakni perekonomian tetap berjalan ,namun tanpa meninggalkan protokol kesehatan, sehingga paparan Covid-19 bisa ditekan.***
