Sragen-Inspirasiline.com.
Peserta seleksi calon Perdes ini mempersoalkan nilai poin sertifikat.
Ketua Panitia seleksi yang Juga Sekretaris Desa (sekdes) Pilangsari Anjar Sulistyo mengakui, adanya isu negatif dan protes dalam pengisian perangkat desa. Di antaranya terkait nilai prestasi berdasarkan sertifikat.
Untuk itu, Panitia Seleksi Calon Perdes mengonfirmasi lembaga yang menerbitkan sertifikat.
”Semisal pendaftar posisi bayan dengan membawa sertifikat namun bukan dari lembaga kursus, sehingga tidak ada nilainya. Semuanya sudah terselesaikan,” Ungkap Anjar Sulistyo kepada Inspirasiline.com Sabtu (11/12/2021) Dikatakan, jumlah pendaftar Calon Perdes Pilangsari mendominasi seleksi di Kabupaten Sragen. Dengan membuka empat formasi, peminatnya sebanyak 97 orang. Termasuk dari luar desa setempat.
Latar belakang pelamar kata Anjar Sulistyo SMA 31 orang, diploma 13 orang, strata I (SI) 48 orang dan strata 2 (S2) satu orang.
Adapun formasi yang tersedia yakni, kebayanan III, kasi pemerintahan, kaur keuangan, serta kaur tata usaha dan umum.
Seleksi dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) Selasa (7/12/2021) lalu dan hasilnya diumumkan keesokan harinya
Panitia memberangkatkan peserta seleksi ke Kudus menggunakan dua armada bus
Menurut Anjar Sulistyo, Pelamar Perdes, tiga orang tidak lolos administrasi dan satu orang mengundurkan diri. Selain itu, delapan orang batal berangkat mengikuti seleksi di Kudus.
”Di UMKU lebih hemat, budget kami Rp 46,5 juta. Lebih irit sekitar Rp 20 juta dibandingkan digelar di Solo. Untuk biaya bus dianggarkan di Rencana Anggaran Belanja ( RAB),”.Ungkap Anjar Sulistyo menjawab pertanyaan kenapa memilih tes di Kudus. ( Sugimin/17)
