Dukungan dari Berbagai Komponen Untuk Melahirkan SDM Unggul

NEWS

Penulis | Laras W.Gandaningrum

Ir. H.Bambang Sutrisno,MM  |  Anggota DPD-RI Dapil Provinsi Jawa Tengah

Inspirasiline.com. Tahun ini Hari Pendidikan Nasional bertepatan dengan Hari Raya Idhul Fitri 1443 H. Dihubungi melalui ponselnya pada Kamis 28/4-2022,  Anggota DPD-RI Dapil Provinsi Jawa Tengah Ir. H.Bambang Sutrisno, MM mengatakan dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional 2022, ada pelajaran yang bisa kita petik. Menurutnya pendidikan kita mengalami kemunduran akibat pandemi covid-19, yaitu menurunnya capain hasil  belajar. Maka diharapkan, pembelajaran tatap muka yang mulai dilaksanakan di sekolah mampu meningkatkan capaian hasil belajar secara bertahap. Disisi lain, pemerintah harus mempercepat pemerataan infrastruktur digital seperti internet dan komputer di sekolah, karena pembelajaran digital akan menjadi trend di masa kini dan mendatang.

Ir.H.Bambang Sutrisno,MM bersama Pengurus PGRI Se Solo Raya

Terkait persoalan yang dihadapi dunia pendidikan dimasa datang, menurut Bambang ada tiga masalah, yang perlu mendapat perhatian.  Pertama, Pemenuhan digitalisasi sekolah. Dalam hal ini kesenjangan fasilitas belajar berbasis teknologi antara sekolah di kota dan desa harus segera diatasi. Kedua, Kecakapan digital guru dan staf. Mereka harus dibekali literasi digital agar mampu menghadirkan pembelajaran yang efektif dan melahirkan inovasi dalam pembelajaran. Ketiga,  Pembentukan karakter siswa. Perkembangan internet dan teknologi akan mempengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda sehingga memerlukan kematangan pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.

Bersama BEM UIN Walisongo Semarang

Untuk menyikapi ketiga persoalan tersebut, pria yang sebelum Anggota DPD menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Ketua PGRI di Sukoharjo ini berpendapat ada dua langkah yang bisa dijalankan oleh Pemerintah.  Pertama,  Pemerintah harus mempercepat digitalisasi sekolah dan pelatihan-pelatihan literasi digital bagi guru dan staf. Kedua, Sekolah memprioritaskan pembentukan karakter siswa melalui kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Dikemukakan pula oleh Bambang tentang dunia pendidikan yang tidak lepas dari dunia kerja dan indutri. Dalam hal ini menurutnya ada tiga hal yang harus dilakukan pemerintah agar lulusan sekolah siap kerja dan siap berwirausaha. Pertama, adanya  Penguatan pendidikan vokasi melalui SMK dan SMA.  Kedua,   Siswa SMK dan SMA dibekali kecakapan hidup dan kewirausahaan.  Ketiga, Model pendidikan berbasis praktik disamping teoritis sehingga siswa memiliki pengalaman dunia kerja yang mencukupi.  

Tentang dibutuhkannya lulusan dan SDM yang unggul untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja dan industri, menurutnya  dipengaruhi oleh beberapa aspek. Antara lain lulusan yang unggul merupakan cermin keunggulan dan mutu guru, fasilitas belajar, kurikulum dan mitra kerja sekolah serta dukungan dana pemerintah untuk pendidikan.  Aspek-aspek tersebut yang harus disiapkan dengan matang sehingga proses pendidikan terjamin sesuai standar.

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *