Sukoharjo-Inspirasiline.com. Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyerahkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Penyerahan dilakukan secara simbolis di Lobi Kantor Bupati dan juga secara langsung dengan mendatangi lokasi penerima bantuan, Selasa (21/06/2022). Total bantuan Baznas yang disalurkan itu mencapai Rp 49 juta.
Kali ini, bantuan yang diserahkan bupati antara lain rehab rumah tidak layak huni (RTLH), bantuan pengobatan, bantuan modal budidaya lele, bantuan gerobak es, gerobak hik, bantuan rehab rumah, dan lainnya.

Bantuan yang diserahkan secara simbolis antara lain budidaya lele Rp 3 juta, bantuan alat tukang Rp 3 juta, bantuan pengobatan Rp 5 juta, bantuan renovasi rumah Rp 3 juta, bantuan pengobatan Rp 3 juta. Juga, bantuan tunggakan BPJS Rp 3 juta, bantuan gerobak es Rp 3 juta, bantuan gerobak hik Rp 3 juta, dan bantuan bencana angin kencang Rp 1 juta.
Untuk bantuan rehab RTLH diserahkan langsung ke lokasi oleh Bupati Etik di Dukuh Tugusari, Desa Paluhombo sebesar Rp 20 juta.dalam penyerahan bantuan sendiri didampingi oleh para pengurus Baznas Sukoharjo.
“ Kami menyerahkan bantuan dar Baznas untuk 11 orang penerima, ada bantuan rehab RTLH, renovasi rumah, bantuan pengobatan, dan juga bantuan gerobak, dan lainnya” jelas Bupati Etik Suryani.

Lebih lanjut Bupati Etik mengatakan, sebelumnya ada pengajuan permohonan bantuan dari masyarakat dan dikoordinasikan dengan Baznas. Hal itu dilakukan karena proses pencairan bantuan oleh Baznas bisa lebih cepat dibandingkan melalui Pemkab Sukoharjo yang harus melalui proses penganggaran. Bupati meyampaikan bantuan akan terus diberikan pada masyarakat yang membutuhkan.
Etik Suryani menambahkan, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sukoharjo. Bantuan yang diberikan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik.
Sedangkan Ketua Baznas Kabupaten Sukoharjo, Sardiyono, menyampaikan, total bantuan untuk para penerima tersebut totalnya Rp 49 juta. Menurutnya, selama ini Baznas rutin menyalurkan bantuan untuk masyarakat kurang mampu. (Prie)
