Janji Mahasiswa Calon Perawat Menggema Di STIKES Ngesti Waluyo

NEWS

Temanggung-Inspirasiline.com. Mahasiswa D-3 Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Ngesti Waluyo Parakan Kabupaten Temanggung, telah siap menjalankan profesinya sebagai perawat kesehatan di rumah sakit maupun layanan kesehatan lainnya. Hal ini ditandai dengan pemasangan papan nama (name tag) bagi perawat pria dan cap bagi perawat wanita, dalam acara sakral Capping Day di aula Stikes Sabtu, 16 Juli 2022.

Ketua Prodi D3 Keperawatan Anita Shinta Kusuma mengatakan, Prosesi  Capping Day merupakan upacara sakral calon perawat. Kegiatan ini dilaksanakan setelah mahasiswa lulus semester 1 dan akan memulai praktek keparawatan di Rumah Sakit.

Pemasangan papan nama perawat pria sebagai symbol telah memenuhi syarat dan berhak menjalankan profesinya

“Saya mengucapkan selamat kepada mahasiswa D-3 Keperawatan yang telah mengucapkan janji keperawatan dan selanjutnya akan praktek keperawatan di rumah sakit di berbagai kota. Dengan bekal materi kuliah selama pembelajaran di kampus diharapkan mahasiswa dapat mengabdikan diri secara professional sebagai perawat, sesuai janji yang diucapkan”, tandas Anita

Saat yang penuh khidmat tersebut, mahasiswa dipasangkan Cap sebagai pengakuan dan pengukuhan  dizinkan merawat pasien sesuai komptensi yang baru dimiliki. Prosesi ini merujuk pada kisah Florence Nightingle seorang  Nurse sejati dari Paris yang membaktikan dan mengorbankan diri dimedan perperangan pada Revolusi Perancis.

Sementara itu Ketua STIKES Ngesti Waluyo Parakan Prihanto menyampaikan, dalam melaksanakan profesinya sebagai perawat kesehatan, seorang perawat harus mencintai pekerjaan sesuai profesi nya dan menjadi kekuatan luarbiasa dalam memberikan yang terbaik.

Para mahasiswa D3 Keperawatan dengan mengenakan symbol bunga mawar sebagai lambing cinta kasih, siap mendapatkan pengesahan sebagai calon perawat untuk melakukan praktek profesi di rumah sakit

Sesuai janji perawat yangdiucapkan, maka pengabdian seorang perawat yang  dibungkus rasa ikhlas tanpa beban pamrih apapun yang ada pada setiap jiwa perawat  harus dilandasi bekerja memberikan pelayanan tanpa membedakan siapapun yang dilayani.

“Harus selalu berfikir ilmiah dan sesuai misi STIKES bahwa mahasiswa harus melaksanakan dengan professional dan mengutamakan pelayanan prima yaitu pelayanan yang terbaik kepada pasien tanpa membedakan stratanya. Tujuan akhir adalah menjadi mahasiswa yang profesioan, penuh cinta kasih dan bertanggungjawab atas pekerjaan profesi yang dijalankan”, tutur Prihanto.

Gelar tradisi Capping Day di dunia keperawatan yang diselenggarakan STIKES Ngesti Waluyo Parakan ini sekaligus mengenang  kembali tokoh perawat internasional asal Italia, Florence Nightingale. Capping Day adalah Hari Pemasangan Cap (kap) atau topi perawat kepada seluruh mahasiswa tingkat I yang menyelesaikan studi semester I dan akan menempuh studi di semester II sebagai simbol bahwa para mahasiswa  keperawatan STIKES Ngesti Waluyo telah siap memasuki dunbia profesi untuk praktek lapangan ke rumah Sakit, Puskesmas maupun layanan

Wakil Ketua III STIKES Ngesti Waluyo Monica Kartini menegaskan, ucap janji mahasiswa merupakan tahapan awal yang harus dilalui oleh setiap mahasiswa keperawatan sebelum mahasiswa memasuki dunia profesi untuk melakukan praktek di layanan kesehatan.

“Setelah melaksanakan capping day, para mahasiswa akan menjalankan praktek keperawatan di berbagai rumah sakit yang bekerjasama dengan STIKES Ngesti Waluyo, yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia”, tandas Monica Kartini. (Budhy HP)

Bagikan ke:

1 thought on “Janji Mahasiswa Calon Perawat Menggema Di STIKES Ngesti Waluyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *