Temanggung-Inspirasiline.com. Sejumlah kader kampung KB dari 3 desa di Kecamatan Selopampang Kabupaten Temanggung, melaksanakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Kampung KB Kecamatan Selopampang, Kamis 4 Agustus 2022.
Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kecamatan Selopampang Evenina Nita Oktavia mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas dan SDM kader Kampung KB dalam mencapai tujuan program Bangga Kencana.

“Kader Kampung KB agar semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan berperan aktif dalam menciptakan Kampung KB zero stunting dan program Bangga Kencana”, tuturnya. Materi peningkatan kapasitas kader Kampung KB diberikan melalui kegiatan menghibur, yakni dengan cara outbound di Pikatan Waterpark Temanggung.
Instruktur outbound adalah Babinsa Koramil 01 Temanggung dengan menberikan aneka permainan menarik. Diantaranya holahop beregu guna meningkatkan daya fikir dan konsentrasi peserta. Permainan lainnya adalah main Raja Tega, yaitu menempelkan tepung pada wajah anggota yang salah mengikuti perintah.

“Permainan ini menggembirakan tetapi menuntut konsentrasi untuk melaksanakan perintah. Jika satu salah maka seluruh anggota kena mandi tepung semua”, kata Serka Daryono.
Sementara itu peserta juga membuat yel yel yang berisi motivasi dan sosialisasi peningkatan Kampung KB dalam melaksanakan Bangga Kencana (pembangunan keluarga dan keluarga berencana).
Para kader Kampung KB peserta outbound berasal dari 3 desa Kecamatan Selopampang, yaitu desa Bulan, desa Salamrejo dan desa Jetis berjumlah 60 peserta. Mereka juga didukung para kepala desanya masing masing yang juga ikut hadir menyaksikan kegiatan tersebut.

Selanjutnya permainan yang paling unik adalah uji kekompakan dengan cara dua kaki diikat dan diberikan perintah melangkah.
“Ini sebuah tes kekompakan dan berfikir cerdas, gerak selaras, karena posisi kaki terikat jadi membutuhkan kerjasama tim”, tegas Serma Muhrim instruktur dari Koramil 01 Temanggung. Sedangkan Sertu Saryoto memberikan materi umum berupa kesiapan personil, kesehatan, pemasan dan kelengkapan nya.
“Jiwa korsa, kebersamaan, gotong royong dibutuhkan sehingga tercipta kekompakan dalam melaksanakan kegiatan kelompok atau tim”, tandas Sertu Saryoto. (Budhy HP)
