Sragen-Inspirssiline.com. Tradisi Ziarah Ke Makam Para Pemimpin Dan Tokoh Pendahulu Kabupaten Sragen Kembali Dilaksanakan Dalam Rangkaian Peringatan Hari Jadi Ke-280 Kabupaten Sragen, Rabu (20/5/2026). Kegiatan Tersebut Menjadi Agenda Rutin Pemerintah Daerah Sebagai Bentuk Penghormatan Kepada Para Leluhur Dan Tokoh Yang Berjasa Membangun Fondasi Kabupaten Sragen.
Bupati Sigit Pamungkas Mengatakan Tradisi Ziarah Merupakan Hal Baik Yang Harus Terus Dilestarikan Sebagai Pengingat Sejarah Perjuangan Para Pendahulu Sragen.
“Hari Ini Kita Berziarah Ke Makam Pendahulu-Pendahulu Sragen. Ini Adalah Hal Yang Baik Untuk Diteruskan, Berziarah Ke Makam Pendahulu Dan Mendoakan Beliau-Beliau Yang Telah Meletakkan Tonggak Sejarah Sragen Yang Sangat Luar Biasa,” Ujarnya.
Dalam Keterangannya, Bupati Sigit Pamungkas Menyampaikan Kegiatan Ziarah Tidak Hanya Menjadi Bentuk Penghormatan Kepada Para Leluhur, Tetapi Juga Momentum Untuk Meneladani Nilai Perjuangan Dan Pengabdian Mereka.
“Kita Mengunjungi Tempat-Tempat Orang Yang Berjasa Untuk Tanah Sragen, Mendoakan Leluhur-Leluhur Kita Supaya Diampuni, Dirahmati, Dan Diberkahi Oleh Allah SWT. Dan Kita Yang Masih Hidup Dapat Meladani Kebaikan Beliau-Beliau Serta Melanjutkan Cita-Cita Baiknya,” Katanya.
Ia Berharap Semangat Perjuangan Para Pendahulu Dapat Menjadi Inspirasi Bagi Penyelenggara Pemerintahan Untuk Membawa Sragen Semakin Maju Dan Sejahtera.
“Terutama Bagi Kita, Sehingga Penyelenggara Pemerintahan Dapat Membawa Sragen Yang Lebih Maju, Lebih Sejahtera, Lebih Makmur, Menjadi Negeri Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur,” Lanjutnya.
Sekitar Pukul 08.30 WIB, Rombongan Ziarah Yang Dipimpin Bupati Sigit Pamungkas Bersama Wakil Bupati H. Suroto, Forkopimda, Serta Kepala OPD Memulai Safari Ziarah Dari Makam Kyai Srenggi Di Kelurahan Nglorog, Kecamatan Sragen.
Kyai Srenggi Yang Dahulu Bernama Tumenggung Alap-Alap Dikenal Sebagai Panglima Perang. Dalam Cerita Sejarah, Saat Pangeran Sukowati Singgah Di Padepokan Kyai Srenggi Dan Disuguhi Legen Serta Polowijo, Muncul Istilah “Pasrah Legen” Yang Kemudian Diyakini Menjadi Asal-Usul Nama Sragen. Sejak Saat Itu, Tumenggung Alap-Alap Mendapat Sebutan Ki Ageng Srenggi.
Rombongan Kemudian Melanjutkan Ziarah Ke Taman Makam Pahlawan Hastana Manggala Manding Sragen, Tempat Dimakamkannya Para pejuang Kemerdekaan Indonesia.
Ziarah Berikutnya Dilakukan Di Kompleks Makam Pilang Payung Prampalan Di Desa Krikilan, Kecamatan Masaran. Di lokasi Tersebut Dimakamkan KRT Karto Wiryo Yang Merupakan Bupati Sragen Pertama, KRT Wiryo Diprojo Selaku Bupati Kedua, Serta KRNTP Yang Merupakan Bupati Ketiga Sragen.
Perjalanan Dilanjutkan Menuju Makam Pangeran Sukowati Atau Yang Dikenal Sebagai Pangeran Mangkubumi Di Dukuh Kragan, Desa Pengkol, Kecamatan Tanon. Tokoh Tersebut Memiliki Peranan Penting Dalam Sejarah Perjuangan Melawan Belanda Di Wilayah Sukowati Hingga Akhir Hayatnya.
Selanjutnya Rombongan Berziarah Ke Makam Butuh Di Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, Yang Menjadi Tempat Peristirahatan Joko Tingkir, Ki Ageng Butuh, Beserta Kerabatnya.
Lokasi Terakhir Yang Dikunjungi Adalah Monumen Triangulasi Di Puncak Tertinggi Kubah Sangiran Yang Terletak Di Desa Ngebung, Kecamatan Kalijambe. Monumen Tersebut Menjadi Saksi Sejarah Penemuan Alat Serpihan Budaya Manusia Purba Oleh G.H.R. Von Koenigswald Pada Tahun 1934.
Sebagai Wujud Kepedulian Sosial Dalam Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sragen Ke-280 Ini, Rangkaian Kegiatan Juga Diisi Dengan Aksi Kemanusiaan. Sebanyak Ratusan Paket Sembako Dibagikan Kepada Masyarakat Kurang Mampu Oleh Dinas Sosial Kabupaten Sragen Bekerja Sama Dengan LAZISMU Dan Matra. Data Penerima Bantuan Dihimpun Melalui Kepala Desa Di Wilayah Setempat Agar Penyaluran Bantuan Tepat Sasaran Dan Dapat Dirasakan Langsung Oleh Masyarakat Yang Membutuhkan. (Sugimin,/17- Release Diskominfo Sragen)
