Sragen-Inspirasiline.com. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sragen resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui Apel Siaga yang diikuti 936 petugas sensus. Apel tersebut digelar di halaman Kompleks Kantor Pemerintah Daerah Terpadu Kabupaten Sragen, Senin (15/6/2026).
Sebagai tanda dimulainya pendataan yang berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menerbangkan balon dan memasangkan rompi secara simbolis kepada perwakilan petugas sensus ekonomi.
Dalam sambutannya, Bupati Sigit Pamungkas menyampaikan apel siaga tersebut menjadi momen istimewa karena tidak hanya diikuti oleh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Sragen, tetapi juga petugas dan jajaran BPS Kabupaten Sragen yang akan bertugas di lapangan.
“Sensus Ekonomi merupakan amanat undang-undang yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Kegiatan ini sangat penting karena hasilnya akan menjadi landasan utama dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah,” ujarnya.

Menurutnya, data yang dihasilkan melalui Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat sebagai dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.
Ia menjelaskan, pelaksanaan sensus kali ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perubahan struktur ekonomi dan perkembangan teknologi digital. Berbagai bentuk usaha baru yang berkembang di masyarakat harus mampu teridentifikasi dengan baik.
“Saat ini banyak kegiatan ekonomi yang tidak lagi berbentuk usaha konvensional. Ada toko daring, pekerja lepas, kreator konten, influencer, hingga berbagai usaha berbasis platform digital yang harus dapat dicatat secara baik dalam sensus ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati Sigit Pamungkas menuturkan Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi serta data sosial ekonomi keluarga yang akan menjadi fondasi penyusunan kebijakan pembangunan ke depan.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah akan memperoleh informasi mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, perkembangan ekonomi digital, hingga aktivitas ekonomi yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Data yang dihasilkan akan menjadi aset yang sangat berharga bagi pemerintah dalam merumuskan program pembangunan5 dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.
Bupati juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung pelaksanaan sensus, mulai dari pemerintah desa dan kelurahan, pelaku usaha, asosiasi bisnis, hingga media massa.
“Pemerintah daerah sampai tingkat desa dan kelurahan diharapkan ikut menyosialisasikan pentingnya sensus kepada masyarakat. Para pelaku usaha juga diharapkan berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar dan lengkap,” ujarnya.
Kepada para petugas lapangan, Bupati Sigit Pamungkas menegaskan mereka merupakan ujung tombak keberhasilan Sensus Ekonomi 2026. Karena itu, petugas diminta menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan menjaga integritas selama proses pendataan.
“Laksanakan tugas dengan pendekatan yang persuasif, santun, dan humanis. Bangun komunikasi yang baik dengan responden serta berikan pemahaman bahwa data yang mereka berikan dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan yang berlaku,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penguasaan teknologi dan aplikasi pendataan digital guna menghasilkan data yang cepat, akurat, dan berkualitas.
“Data yang lengkap, akurat, konsisten, dan tepat waktu merupakan target yang harus kita capai bersama. Sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan statistik, tetapi fondasi bagi berbagai kebijakan ekonomi di masa yang akan datang,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Bupati Sigit Pamungkas mengajak seluruh pihak untuk mengawal pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan penuh semangat dan optimisme demi mendukung pembangunan ekonomi yang lebih maju dan menyejahterakan masyarakat.
“Mari kita kawal bersama pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan penuh energi dan optimisme,” pungkasnya. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)
