120 Warga Plupuh Ikuti Vaksinasi Covid-19 di Dua Puskesmas

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

SEBANYAK 120 warga, terdiri 60 petugas pelayan publik dan 60 lanjut usia (lansia) di Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, mengikuti vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Plupuh 1 dan Puskesmas Plupuh 2, Selasa (9/3/2021).

Sedikitnya 40 petugas pelayan publik divaksin Covid-19 dosis kedua di Puskesmas Plupuh 1. Sedangkan Puskesmas Plupuh 2 memvaksin Covid-19 dosis kedua kepada 20 petugas pelayan publik dan vaksin dosis pertama kepada 60 lansia.

CAMAT Plupuh Sumarno dapat giliran pertama divaksin dosis kedua di Puskesmas Plupuh 1, Selasa (9/3/2021).

Kepala Puskesmas Plupuh 2 dr Paryanti mengatakan, vaksinasi untuk lansia dikurangi, karena vaksinnya terbatas, sehingga diutamakan warga lansia di desa yang banyak kasus Covid-nya.

Paryanti menjelaskan, desa yang banyak kasus Covid-nya adalah Desa Gedongan 10 kasus, Manyarejo 7 kasus, Sidokerto 5 kasus, dan Desa Plupuh 5 kasus. Untuk wilayah kerja Puskesmas Plupuh 1 hanya terdapat 2 kasus Covid-19.

Alhamdulillah, sudah sembuh semua,” ujar dr Paryanti singkat.

Vaksinasi Covid-19 dosis kedua untuk petugas pelayan publik dan warga lansia, baik di Puskesmas Plupuh 1 maupun Puskesmas Plupuh 2 dilanjutkan hari ini, Rabu (10/3/2021).

JURNALIS inspirasiline.com turut mendapat giliran divaksin hari ini, Rabu (10/3/2021).

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr Hargiyanto mengatakan, progres vaksinasi untuk petugas pelayan publik baru 10,3 persen dari total sasaran 55.217 orang dan vaksinasi untuk warga lansia baru 0,4 persen dari total sasaran 89.580 orang.

“Dengan sedikitnya warga lansia yang divaksin, maka dilakukan terobosan untuk pemberitahuan berantai lewat media sosial (medsos). Ternyata sejak Jumat (5/3/2021) sampai hari ini sudah ada 1.600 warga lansia yang terdaftar. Dalam waktu tiga hari ini banyak yang mendaftar. Angka tersebut terus bertambah setiap harinya,” ungkap Hargiyanto.

Selama vaksinasi warga lansia, Hargiyanto mengatakan, belum menemui kendala yang signifikan.

“Karena sasarannya warga lansia, maka penanganannya lebih berhati-hati,” kata Hargiyanto.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *