Cegah Penularan Covid-19, Pasar Induk Lasem Kembali Ditutup

NEWS

Penulis: Yon Daryono
REMBANG | inspirasiline.com

UNTUK mencegah meluasnya penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19), Pasar Induk Lasem, Rembang kembali ditutup selama tiga hari. Penutupan dimulai Selasa (22/9/2020) kemarin sampai Kamis (25/9/2020), dan Jumat (26/9/2020) kembali dibuka.

Pada saat petugas pasar dibantu Polsek Lasem memasang barikade penutupan berupa bambu dan baliho pemberitahuan, sempat bersitegang dengan sejumlah sopir angkutan dan pedagang yang nekat akan menggelar dagangan. Bahkan petugas Polsek sempat kejar-kejaran dengan sopir angkutan dagangan.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kecamatan Lasem La’ilatul Minan ketika dikonfirmasi media ini, Rabu (23/9/2020) pagi mengatakan, atas keputusan bersama antara GTPP Kecamatan Lasem dan manajemen pasar, maka Pasar Induk Lasem ditutup tiga hari.

“Ini salah satu cara untuk mencegah makin meluasnya penyebaran Covid-19 di klaster Pasar Lasem,” tandas Minan, Rabu (23/9/2020).

Minan mengatakan, penyebaran virus Corona di klaster Pasar Lasem benar-benar memprihatinkan. Dari sekitar 91 pedagang yang di-swab test, beberapa waktu lalu, 32 di antaranya positif terpapar Covid-19. Dan jumlah itu bisa bertambah, karena belum semua hasil swab keluar.

“Saya minta seluruh pedagang mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Untuk sementara saya minta semua pedagang mematuhi penutupan pasar dan tinggal di rumah. Ini penting demi kebaikan bersama,” tandas Minan.

Dia menambahkan, hingga Rabu hari ini, sisa pasien positif di Kecamatan Lasem 11 orang. Sedang sisa pasien positif OTG 32 orang, jumlah meninggal dunia akibat Covid-19 sebanyak 12 orang, dan yang sembuh 43 orang.

“Rabu hari ini dan Kamis besok akan kita lakukan swab tambahan untuk pedagang pasar yang kemarin belum di-swab. Swab akan dilakukan di Puskesmas Lasem,” pungkas Minan.

Terpisah, Kepala Puskesmas Lasem dr Arif Kurniawan ketika dikonfimasi media ini mengaku sangat prihatin dengan sikap para pedagang yang tidak disiplin saat menjalani isolasi.

“Sebagian pedagang dan keluarganya masih keluyuran, bahkan ada yang nekat berdagang. Mereka inilah yang rentan menularkan kepada orang atau pedagang lainnya. Oleh karena itu, kami hari ini dan besok akan melakukan swab tambahan,” tandas Arif.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *