Dukung Pariwisata Papringan, DPUPKP Lebarkan Jalan Kedu-Tegong

NEWS

Penulis: Budhy HP
Editor: Dwi NR

Pelebaran jalan sepanjang hampir 2 kilometer, dengan lebar 5,5 meter, ditambah bahu jalan dan saluran drainase ini diharapkan dapat menunjang akses jalan di destinasi wisata Papringan.
KEPALA DPUPKP Kabupaten Temanggung Hendra Sumaryana memotong tumpeng dan menyerahkan kepada Kepala Desa Ngadimulyo.

DINAS Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Temanggung melaksanakan kegiatan Peningkatan Jalan Kabupaten Pelebaran Jalan Kedu-Tegong untuk mendukung akses kepariwisataan, terutama di destinasi wisata Pasar Papringan di Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung. Peletakan batu pertama pembangunan jalan dilakukan Senin (28/9/2020).

Hadir dalam acara selamatan tersebut, Kepala DPUPKP Kabupaten Temanggung, Camat Kedu beserta Muspika, Kepala Desa Ngadimulyo dan Gondangwayang, serta jajaran Bina Marga dan para pelaksana pekerjaan.

Kepala DPUPKP Kabupaten Temanggung Hendra Sumaryana mengatakan, akses jalan menuju destinasi wisata Pasar Papringan dinilai kurang mendukung potensi yang ada. Sebab, jalan menuju lokasi Pasar Papringan sempit dan badan jalan maupun saluran drainase pada posisi medan yang kurang menguntungkan.

“Selain jalan sempit, juga banyak jalan berlubang, sehingga rawan kecelakaan. Jadi dengan pelebaran jalan sepanjang hampir 2 kilometer, dengan lebar 5,5 meter, ditambah bahu jalan dan saluran drainase, diharapkan dapat menunjang akses jalan di destinasi wisata ini,” tandas Hendra.

Penandatangan kontrak dengan PT Selo Kencono sudah dilakukan pada 25 September 2020 dan hari ini, Senin (28/9/2020) dilakukan selamatan peletakan batu pertama. Konsultan pengawas dilaksanakan oleh CV Baruna Jaya Temanggung.

Nilai kontrak sebesar Rp 4.250.463.238, dikerjakan dalam waktu 90 hari kerja. Anggaran pembangunan ini berasal dari Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

PELETAKAN batu pertama oleh Kepala DPUPKP Kabupaten Temanggung Hendra Sumaryana.

Teknologi “Fast Track”
Kepala Bidang Bina Marga sebagai Pejabat Pelaksana Kegiatan Yusuf Edi Nugroho mengatakan, pada segmen tertentu sepanjang 200 meter dilakukan pekerjaan betonisasi dengan teknologi Perkerasan Kaku Beton Fast Track. Beton ini memiliki spesifikasi khusus untuk segmen perkerasan jalan beton yang akan dibuka untuk lalu lintas pada umur beton kurang dari 7 hari.

baca juga:  Sambut 1442 Hijriyah, Warga Mutiara Raya Krajankulon Gelar "Barikan"

“Dengan teknologi beton Fast Track, maka pembangunan jalan tidak terlalu lama menutup jalan, dengan tahapan 8 jam mulai keras, kemudian 24 jam sudah kuat, dan 3 hari sudah bisa dibuka untuk dilalui kendaraan,” tandas Yusuf.

Dijelaskan, pembangunan jalan tidak menutup total jalan. Arus lalu lintas berjalan seperti biasa, namun mungkin akan sedikit terganggu dengan proses pekerjaan dan beberapa tumpukan material bangunan.

Pekerjaan jalan sepanjang 2 km ini dibagi dalam pekerjaan dengan penanganan besar sepanjang 1 km dan selebihnya pekerjaan talut, pelebaran, perkerasan lentur dari lebar jalan 4 meter menjadi 5,5 meter, serta Perkerasan Kaku Beton Fast Track pada segmen tertentu.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *