Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
TIDAK lama lagi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soehadi Prijonegoro Sragen bakal memiliki gedung layanan baru. Gedung berlantai empat dengan desain mewah itu kini sudah memasuki separuh lebih pembangunan.
Gedung baru itu berlokasi di sebelah timur komplek rumah sakit milik Pemkab Sragen.

Dirut RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dr Didik Haryanto mengatakan, gedung baru itu dibangun dengan anggaran Rp 34,7 miliar dari pagu Rp 38 miliar. Sumber dananya berasal dari BLUD RSUD Sragen sendiri.
Berdasarkan kontrak, pembangunan ditarget kelar 21 Desember 2020 mendatang.
“Ada empat lantai. Gedung ini nanti lantai I untuk area bisnis, ada ruang radiologi mobile, laboratorium, gudang obat, dan klinik eksekutif,” jelasnya di sela-sela meninjau lokasi gedung, Selasa (1/12/2020).
Kemudian lantai II, III, dan IV akan difungsikan sebagai pelayanan VIP-VVIP. Total ada 27 ruang pelayanan VIP dan 2 VVIP, serta satu ruang pelayanan berkelas president suite.
Kedepankan Kualitas
Didik Haryanto memastikan, pembangunan gedung baru itu dikerjakan dengan mengedepankan kualitas konstruksi dan desain yang tak diragukan. Sebab, konsultan pelaksananya disebut sering digunakan oleh Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini.
“Ini pengerjaan luar hampir sudah mendekati selesai. Harapan kami, sebelum kontrak habis 21 Desember sudah selesai, dan sebelum pertengahan 2021 sudah bisa digunakan. Karena nanti masih harus melengkapi SDM, alkes, dan interior lainnya,” tuturnya.
Didik menambahkan, pembangunan gedung baru berkelas VIP dan VVIP itu merupakan bagian untuk peningkatan pelayanan.
Kehadiran gedung baru itu diharapkan bisa menjadi kebanggaan dan makin meningkatkan layanan kepada masyarakat.
“Jadi ke depan, masyarakat nggak harus ke Solo, kalau ingin berobat di ruangan VIP atau VVIP,” ujarnya.
Project Manager PT Karsaprabala Andreas Wibowo, selaku rekanan pelaksana mengatakan, progres pengerjaan sudah lebih dari separuh dan optimistis proyek bisa selesai sebelum jatuh tempo kontrak 21 Desember 2020 mendatang.
Untuk mengejar target itu, jumlah pekerja yang dikerahkan cukup banyak setiap hari, baik siang maupun malam. Dia menyebut, tidak kurang dari 189 hingga 200 pekerja yang dikerahkan setiap harinya.
“Optimis selesai sebelum habis kontrak,” tandasnya.***
