Penulis: Supriyani
SUKOHARJO | inspirasiline.com
SEBANYAK 706 personel Polres Sukoharjo menjalani tes cepat (rapid test) selama empat hari, 1-4 Desember 2020.
Rapid test wajib dilakukan sebelum mereka melaksanakan tugas mengawal Pilkada, 9 Desember mendatang.

Tes cepat selama 4 hari tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi anggota Polri, sehingga sehat dan siap dalam mengamankan proses Pilkada 2020.
Kepala Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pemkab Sukoharjo Sri Mulyaningsih mengatakan, pada pelaksanaan rapid test hari pertama-kedua khusus diperuntukkan bagi jajaran personel yang bertugas di Mapolres Sukoharjo.
“Ya, rapid untuk dua hari pertama khusus bagi bapak-bapak yang ada di Polres. Dua hari berikutnya khusus bagi personel yang bertugas di 12 polsek,” ungkap Mbak Ning, sapaan karib Sri Mulyaningsih kepada wartawan, Rabu (2/12/2020).
Mbak Ning menambahkan, bilamana hasil rapid test terdapat anggota yang reaktif, maka akan langsung ditindaklanjuti dengan tes lanjutan, yakni tes usap (swab test).
“Kami sudah punya SOP. Jika ada yang reaktif, maka akan langsung kami lakukan swab test. Semoga semuanya hasilnya nonreaktif,” ujarnya.

Sementara Kabag Ops Polres Sukoharjo Kompol Teguh Prasetyo mengatakan, pelaksanaan rapid test dilakukan untuk memastikan bahwa anggota dalam keadaan sehat dan bebas dari virus Corona atau Covid-19 selama mengamankan Pilkada nanti.
“Semua petugas harus bebas Covid-19. Makanya harus ikut rapid test. Sebab, saat pengamanan Pilkada, mereka bakal bersinggungan langsung dengan masyarakat, sehingga kondisinya harus benar-benar sehat,” tutur Kompol Teguh Prasetyo.
Kompol Teguh Prasetyo berharap, rapid test menunjukkan hasil nonreaktif.
“Jika hasilnya reaktif, selain akan diminta menjalani isolasi mandiri, juga langsung diinstruksikan melakukan uji swab,” terangnya.***
