Sejumlah Koperasi Primer Grobogan Tinggalkan PKPRI. Ada Apa?

NEWS

Penulis: Joko Widodo
GROBOGAN | inspirasiline.com

INI baru berita. Baru kali ini terjadi, beberapa koperasi primer atau Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) di Grobogan menyatakan keluar atau memisahkan diri dari organisasi induknya, Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI).

Beberapa koperasi primer itu di antaranya KPRI Sido Muncul milik pegawai jajaran kesehatan Grobogan, KPRI Praja milik pegawai Setda Grobogan, dan KPRI Widodo milik pegawai jajaran pendidikan Kecamatan Purwodadi, Grobogan.

Untuk mengonfirmasi terkait hal itu, Ketua PKPRI Grobogan Djaiman tidak bisa ditemui karena sedang sakit.

Ketua KPRI Sido Muncul Edi Widodo saat ditemui di ruang kerjanya, membenarkan hal itu. Pihaknya mulai September 2020 lalu telah menyatakan tidak lagi bergabung dengan induknya, yakni PKPRI, dikarenakan koperasi primer yang dipimpinnya merasa “kurang dihargai”, baik dari sisi benefit dan organisasi.

Padahal, pihaknya sudah menyimpan dana cukup besar hampir menyentuh angka Rp 2 miliar sejak bergabung di PKPRI Grobogan, tiga tahun lalu.

“Kami memilih untuk tidak bergabung lagi. Lebih baik kami mandiri,” ungkap Edi, didampingi beberapa pengurus koperasi kesehatan itu.

Tidak Masalah
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Grobogan Aditya Wahyu Wardana didampingi Kabid Kelembagaan Muhari dan Kasi Pengawasan Nur Iksan menjelaskan, kewenangan Dinas Koperasi hanya sebatas pembinaan saja kepada semua koperasi primer, tapi tidak bisa memerintahkan untuk bergabung maupun keluar dari induknya.

“Yang penting dalam koperasi itu ada kemandirian lembaga dan kesukarelaan. Sepanjang untuk lebih mandiri di bidang usaha, suatu koperasi tidak lagi bergabung dengan induknya tidak apa apa atau tidak jadi masalah,” ungkap Aditya, yang pernah menjabat Staf Ahli Bupati, kepada inspirasiline.com di ruang kerjanya.

Menyinggung dana simpanan yang telah dibayarkan oleh semua koperasi primer kepada PKPRI Grobogan, maka semua hak koperasi primer akan diberikan semua secara bertahap hingga lima kali.

baca juga:  Penghobi Aeromodelling Mulai Ramaikan Kabupaten Grobogan

Jadi, beberapa koperasi primer yang keluar atau tidak bergabung lagi dengan PKPRI, sepanjang untuk lebih mandiri dan berkembang dalam usahanya itu tidak menjadi masalah.

“Untuk pengembangan usaha agar lebih mandiri, saya kira apa yg dilakukan KPRI Sido Muncul dan rekan rekannya tidak jadi masalah,” tandas Nur Iksan, yang diiyakan Kabid Kelembagaan Koperasi Muhari.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *