Penulis: Abiet Sabariang
TEGAL | inspirasiline.com
PEMERINTAH Kota Tegal menggelar Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Tegal secara virtual, Jumat (18/12/2020) pagi.
Rakor yang mengusung tema ”Penguatan Peran TKPK untuk Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di Masa Pandemi Covid-19” dan Sosialisasi Pemendagri Nomor 53 tahun 2020 ini diikuti Wali Kota Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Muhamad Jumadi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Tegal Gito Musriono, serta pejabat di lingkungan Pemerintah Kot Tegal dan stakeholder lainnya.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, tingkat kemiskinan di Kota Tegal 7,80 persen.
Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 0,33 persen dari angka kemiskinan tahun sebelumnya, 2019, sebesar 7,47 persen sebagai dampak pandemi Covid-19.
Mengingat dampat pandemi yang begitu besar, menurut Dedy Yon, kenaikan angka kemiskinan tersebut relatif lebih kecil atau cukup terkendali jika dibandingkan dengan wilayah lain.
“Selain mendukung penanggulangan Covid-19, baik aspek kesehatan dan sosial dalam rangka mengurangi beban masyarakat miskin serta pemenuhan akses kebutuhan dasar, refocussing anggaran yang kita lakukan juga difokuskan pada aspek pemulihan ekonomi,” kata Dedy Yon.
Agen Penghubung
Sementara Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi yang juga Ketua TKPK Kota Tegal menuturkan, sebagai agen percepatan pengentasan kemiskinan di daerah, peran TKPK menjadi sangat penting.
Sebab, menurutnya, TKPK menjadi pihak yang akan melakukan koordinasi dan penghubung antara pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait dalam usaha pemulihan ekonomi daerah. Apalagi di situasi pandemi Covid-19.
“Kita patut bersyukur bahwa dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, alhamdulillah kenaikan angka kemiskinan yang terjadi Di Kota Tegal relatif lebih kecil atau cukup terkendali,” ungkap Jumadi.
