Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
BUPATI Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mendorong semua desa mulai memberdayakan dan berinovasi dengan potensi yang ada di desa masing-masing.
Desa diharapkan lebih mandiri dan mengoptimalkan dana desa untuk menggali inovasi yang ada di desanya, tanpa harus bergantung dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab).
Sebab dalam kurun beberapa waktu terakhir, Pemkab tidak lagi bisa mengalokasikan dana untuk mendorong inovasi desa, karena mayoritas anggaran tersedot untuk refocussing penanganan Covid-19.
“Belum ada dana untuk desa, mereka harus mandiri. Kita nanti akan meminta CSR pihak ketiga seperti Direktur Bank Jateng menjanjikan tidak hanya di Turi, tapi kalau bisa ke desa lain. Sepanjang itu sudah tampak baru memberi bantuan,” terangnya kepada wartawan saat menghadiri Garden Flower di Kampung Turi, Desa Sine, Sragen, Jumat (8/1/2021).

Bupati Yuni Sukowati mengatakan, desa bisa lebih inovatif dan tidak hanya terpaku menjadikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk satu usaha simpan-pinjam semata.
Sebab, faktanya di beberapa beberapa desa yang fokus untuk simpan-pinjam, sebagian masih didominasi pinjam saja.
Lebih Kreatif
Orang nomor satu di Bumi Sukowati itu berharap, BUMDes bisa lebih kreatif dan mengarahkan pemberdayaan ke sektor yang lebih potensial. Seperti kawasan Betisrejo (Desa Sukorejo, Jambeyan, dan Jetis) memiliki BUMDes dan saat ini sedang membuka jalur trek untuk offroad.
Lalu Pasar Bahulak di Desa Karungan, Kecamatan Karangpelem dengan durian serta umbulnya, dan lain-lain.
“Karena BUMDes yang mengelola simpan-pinjam, yang terjadi, lebih banyak pinjam daripada simpan,” katanya.
Putri Sulung mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono itu menambahkan, BUMDes di Sragen yang sehat masih bisa dihitung dengan jari. Karenanya, rencana program Rp 10 miliar per tahun di 2022 diharapkan bisa untuk menjadi triger dan dorongan bagi BUMDes dan desa agar lebih tergugah menggali potensi desa.
Yuni mengatakan, jika ada sebuah bisnis yang memiliki konsep jelas dan ada pengembangan, pihaknya akan mendukung penuh.
Kader PDIP ini menegaskan, desa tak perlu risau atau gamang untuk melangkah. Sebab ketika sebuah inovasi sudah berhasil, maka lambat laun pasti akan menjadi magnet bagi pihak lain untuk mendukung.
“Seperti yang terjadi di Kampung Turi ini. Setelah tumbuh begini, baru ada bantuan dari mana-mana. Semoga saja desa yang lain juga bisa turut memahami. Bahwa yang terpenting bekerja dulu, setelah terlihat, mencari bantuan itu mudah,” tandasnya.
Kepala Desa Cangkol, Kecamatan Plupuh Suwandi yang dihubungi inspirasiline com, Sabtu (9/1/2021) mengatakan, Cangkol sudah memiliki BUMdes Sumber Rejeki dan sudah memiliki toko.
“Tahun 2021 ini, BUMdes Sumber Rejeki akan mengembangkan usaha di bidang wisata. Dan itu merupakan wujud Inovasi yang sangat positif. Mohon doanya, semoga sukses,” ujarnya.***

Thankfulness to my father who informed me regarding this
web site, this webpage is in fact amazing.