Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Sragen Tertinggi Ketiga Se-Jateng

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

PELAKSANAAN vaksinasi Covid-19 untuk kelompok tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Sragen menunjukkan grafik positif.

Pasalnya, hingga kini, jumlah nakes yang sudah tervaksinasi mencapai 77,8 persen. Pencapaian itu dinilai menjadi peringkat ketiga di Jawa Tengah saat ini.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, hingga Kamis (28/1/2021) total sudah sebanyak 3.874 nakes yang sudah divaksin.

SEORANG tenaga kesehatan (nakes) memejamkan mata saat mendapat suntikan vaksin Covid-19.

Jika dipersentase, mereka yang sudah tervaksin mencapai 77,8 persen. Dengan capaian tersebut, untuk sementara Sragen menempati peringkat ketiga kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah untuk kategori nakes yang sudah divaksin.

“Capaian per kemarin, 77,8 persen peringkat ketiga di Jateng. Pertama Kota Pekalongan, kedua Kota Surakarta, ketiga Kabupaten Sragen,” ungkap Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati kepada wartawan, Jumat (29/1/2021).

Dari data di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), jumlah nakes di Sragen yang terdata untuk melakukan vaksinasi Covid-19 sebanyak 5.009 teregister nakes.

Dari jumlah itu, masih ada 1.135 nakes yang hingga kini belum vaksinasi.

Menurut Yuni, panggilan akrab Bupati Sragen, nakes yang belum divaksin tersebut sebagian tertunda karena memang tidak bisa dilakukan vaksinasi. Di antaranya mereka yang tensi tinggi, hamil, menyusui, hingga yang sudah pernah terkonfirmasi Covid-19.

Namun juga ada nakes yang tidak hadir ketika jadwal vaksinasi Covid-19 Sinovac yang dilakukan sejak Selasa-Kamis (26-28/1/2021), yang ditargetkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen.

“Itu data per kemarin, hari ini belum. Harusnya hari ini semoga tambah. Orang yang tensi tinggi itu saja minta segera diobati dan segera divaksin Covid-19,” katanya.

Yuni menyebut, sejauh ini tingkat kesadaran nakes untuk melakukan vaksinasi Covid-19 cukup tinggi. Yuni mengklaim, tidak ada nakes yang menolak divaksinasi.

baca juga:  Polda Jateng-Kodam IV/Diponegoro Terapkan Manajemen Kontijensi Penanganan Covid-19

Selain itu, kepercayaan publik terhadap vaksin ini dikatakannya tinggi. Dengan 10 tokoh masyarakat divaksinasi Covid-19 terlebih dulu, hal itu dinilai berdampak pada kepercayaan masyarakat, terlebih nakes.

“Kami memberikan contoh, ada beberapa kelompok masyarakat yang belum masuk kategori untuk divaksin, semua sudah bertanya ‘giliran kami kapan?’ Berarti kan animonya tinggi, tidak ada yang menolak,” ujarnya.

Selain itu, Yuni mengklaim, manajemen pengelolaan yang dibuat bagus. Para nakes yang terdaftar sebelum jadwal keluar, para nakes sudah diberitahu terlebih dulu, sehingga tidak ada nakes yang terlewat. Bahkan, para nakes sudah mulai antre untuk vaksinasi sejak pagi.

“Kemudian, seperti di rumah sakit swasta, di tempat kami H-1 sudah diminta segera mengambil vaksin. Terus kemudian sangat diperhatikan. Semisal vaksinasi jam 12, jam 1 sudah harus ada report,” tandasnya.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *